Sabtu, 30 Oktober 2021

Pilih Sunscreen Lotion/Cream, Stick, atau Spray?

Sunscreen ini jadi salah satu skincare yang nggak pernah aku skip setiap pagi. Kenapa? karena penggunaan sunscreen ini bisa jadi salah satu cara untuk mencegah kerusakan kulit karena terpapar sinar matahari atau sinar UV. Paparan sinar matahari bisa menyebabkan berbagai masalah kulit, dari kulit terbakar, penuaan dini, sampai menyebabkan munculnya sel-sel kanker. Jadi rasanya percuma nih udah pakai bermacam-macam skincare yang bagus, tapi kulit wajah tidak diproteksi dari sinar matahari, terutama nih buat orang kaya aku yang lebih banyak kegiatan di luar ruangan.

Sunscreen biasanya jadi tahapan akhir setelah pakai skincare dipagi hari, jadi sunscreen ini sebenernya sangat berpengaruh buat memaksimalkan kerja rangkaian skincare yang selama ini udah kita pakai baik pagi maupun malam hari. pemilihan SPF yang terkandung dalam sunscreen juga perlu diperhatikan, karena semakin besar level SPF, maka tingkat proteksinya juga berbeda. Kalau aku sendiri biasanya pakai yang SPF 50 karena lebih banyak beraktivitas di luar ruangan.  Penggunaan skincare juga baiknya digunakan 15 – 30 menit sebelum keluar rumah, dan reaplly setiap 2 jam sekali, karena ketahanan SPF yang ada disunscreen ada batas waktunya. Nah, sebenernya ini sih yang jadi PR banget buat aku, reaaplly tiap 2 jam sekali padahal kondisi lagi kegiatan di lapangan dan tangan juga dalam kondisi kotor, kayanya ribet banget.

Tapi makin kesini tekstur sunscreen nih makin beragam, dari yang lotion, cream, gel, stick, spray, sampai powder tuh ada. Tinggal tergantung kita nih butuhnya yang mana buat sesuain sama jenis kulit kita. Kulitku cenderung kering, jadi aku prefer lotion/cream ketimbang yang gel. Nah, karena aku juga butuh suncreen buat reapply (karena kalau pake tekstur lotion/cream tuh ribet, sebelum oles ke wajah juga tangan harus dalam kondisi bersih), akhirnya aku coba yang jenis spray sama yang stick juga. Nah, berikut ini beberapa macam sunscreen yang udah pernah aku coba :

1. Sunscreen Lotion dan Cream

Sunscreen dengan tekstur ini kayanya yang paling umum deh, pasti kita kalau beli kebanyakan yang macam lotion atau cream gini. Biasanya sunscreen ini cocok buat semua jenis kulit. Takaran penggunaanya juga udah jelas yaitu minimal dua ruas jari, dulu aku ngerasa kalau dua ruas jari itu kebanyakan sih apalagi kalau ada tone up dan whitecast, jadi harus extra banget ngblendnya biar mukaku jadi nggak abu-abu ,wkwk. Padahal penggunaan sunscreen dengan ruas 2 jari ini sangat dianjurkan karena bisa menghindari atau melawan sinar UV secara sempurna.

Beberapa sunscreen yang udah pernah aku coba ada Skin Aqua UV Moisture Milk, Innisfree Intensive Triple Care Sunscreen, Garnier Super UV, dan Banana Boat daily moisture sunscreen Lotion SPF50+. Semuanya cocok aja buat aku, ngga ada yang bikin mukaku breakout. Yang aku suka dari sunscreen dengan tekstur  ini biasanya juga sekalian kasih efek lembab, bahkan ada yang jatuhnya kaya pakai moisturizer, ringan dipakai.

Btw, sunscreen dengan tekstur lotion sama cream ini hampir mirip, cuma beda dikomposisinya aja. Jenis cream biasanya lebih banyak mengandung minyak ketimbang yang lotion, makanya sunscreen cream lebih cocok buat kulit kering atau sangat kering. oh ya, pembahasan sunscreen Innisfree sama Skin Aqua pernah kutulis juga di update skincare 2020 dan My Skincare Rouitne Part 1 . 

2. Sunscreen Spray

Selain suncreen lotion dan cream , ada juga sunscreen spray. Ya, teksturnya cair gitu tinggal semprot aja, jadi kesannya gampang buat reapply kalau lagi di luar ruangan. Dulu aku sempat coba Jarte Suncreen spray, sebelumnya ini pernah aku tulis juga di Update Skincare 2020 .

Niatnya pakai spray ini biar mempermudah reapply, tapi setelah aku baca-baca tentang sunscreen spray, baiknya suncreen ini disemprotkan terlebih dahulu pada tangan kemudian baru diaplikasikan pada wajah, tujuannya biar merata kesemua wajah, kalau lagsung semprot biasanya ada bagaian tertentu yang nggak kena, jadi intinya tetep harus pakai tangan dulu, hehe. Memang disarankan sunscreen spray tidak langsung disemprotkan ke wajah karena berisiko terhirup. 

3. Sunscreen Stick

Selanjutnya ada sunscreen stick, sunscreen yang bentukanyannya kaya deodoran, wkwk. Ini juga jadi sunscreen yang  kayanya memang dibuat untuk reapply, karena praktis banget. Dan sekarang aku lagi pakai Somethinc Sunscreen Glowing Up SPF 50. Penggunaanya gampang banget, tinggal oles aja ke wajah. Kalau takaran sunscreen lotion/cream minimal 2  ruas jari, sedangkan sunscreen stick ini butuh 4 olesan setiap bagiannya. 

Sunscreen stick yang lagi aku pakai ini warnaya kuning transparan, jadi mau diolesin seberapa banyak pun nggak ada whitecastnya. Paling diawal pemakaian muka jadi agak berminyak, tapi nanti lama-lama biasa aja. Terus yang bikin aku suka, kemasanya kecil jadi gampang dibawa-bawa, hehe.

Nah kesimpulannya nih, buat sehari-hari aku pakai yang lotion/cream karena lebih mudah diratakan dan lebih efektif sih menurutku. Sedangkan sunscreen stick selalu aku simpen dipouch yang biasa kubawa pergi, buat reapply kalau lagi diluar rumah. Untuk saat ini aku belum tertarik buat coba pakai yang sunscreen spray lagi karena penggunannya jatuhnya sama kaya yang lotion/cream. Btw, aku ngga bisa kasih komentar apa-apa tentang sunscreen gel maupun powder, karena aku juga belum pernah coba.

Kamis, 21 Oktober 2021

4 Adegan Tersedih dalam Drama Hometown Cha-cha-cha

Ada yang udah nonton drama Hometown Cha-Cha-Cha? drama slice of life yang menceritakan kehidupan disebuah desa kecil bernama Gongjin. Fokus drama ini sebenernya kisah romansa Yoon Hye Jin dan Hong Du Sik, dua orang dengan karakter dan latar belakang yang berbeda. Yoon Hyejin adalah seorang dokter gigi pindahan dari Seoul. karakternya yang agak kaku, tegas, dan nggak sabaran ini berbanding terbalik sama karakter Hong Du Sik yang ramah dan santai. Btw, Hong Du Sik ini pengangguran, tapi punya banyak kerjaan sampingan buat bantuin warga Gongjin, dari bantuin di coffe shop, toko kelontong, restoran, dan masih banyak lagi.

Awalnya aku nggak berekspetasi tinggi sama drama ini, kirain ya cuma drama romance biasa gitu. Ternyata makin kesini bakin nagih dong, dramanya ringan dan enak buat ditonton. Drama ini nggak cuma fokus sama kisah romansa karakter utamanya aja, tapi juga nyeritain karakter-karakter pendukungnya juga, dan menurutku semuanya punya porsi masing-masing dan ngga ada peran nggak penting disini.

Konflik yang muncul juga relate sama kehidupan sehari-hari, ya layaknya kehidupan bertetangga gitu. Kadang ada tetangga yang julid, kadang ngeselin, tapi ya namanya manusia pasti ada baik buruknya. Walaupun gitu mereka tuh tetep gotong royong dan saling bantu, mungkin itu juga yang bikin penonton kaya aku nih suka banget liat interaksi mereka. 

Bawaanya kalau nonton drama ini tuh happy. Apalagi liat ke-uwuan Hong Du Sik sama Yoon Hye jin, dari jaman mereka masih sok-sok jual mahal sampe akhirnya pacaran tuh gemes banget sampe bikin senyum-senyum sendiri, wkwkw. Tapi nih, setelah disuguhi ke-uwuan mereka berdua diawal sampai pertengahan episode, mulai masuk episode terakhir nih kita disuguhi adegan-adegan sedih yang bikin nangis dan menyentuh banget, huhu. Btw, ini spoiler sih tapi nggakpapa ya, dramanya juga udah kelar, hehew. Ini beberapa adegan tersedih dalam drama Hometown Cha Cha Cha  versi aku :

1. Ham Yun Gyeong Menangis

Ham Yun Gyeong ini salah satu warga Gongjin. Punya toko kelontong, udah punya anak yang masih sekolah, dan lagi hamil gede. Suaminya, Choi Geum Cheol juga punya toko elektronik di Gongjin. Scene Ham Yun Gyeong nangis ini jadi scene pertama didrama ini yang bikin aku nangis.

Awalnya gara-gara Yun Gyeong minta tolong suaminya buat ngiketin tali sepatu dia, tapi suaminya ini nggak mau dan nganggep istrinya ini manja, padahal Yun Gyeong lagi hamil gede dan udah susah buat jongkok. Disinilah tangis Yun Gyeong pecah, saking jengkelnya sama suaminya yang nggak peka dan bener-bener ngluapin emosi dia selama ini.

Scene ini mungkin relate ya sama ibu-ibu yang lagi hamil maupun buat semua wanita. Ya karena hamil tuh nggak mudah, bahkan setelah melahirkan pun masih harus menyusui dan bergadang karena harus ngurusin bayinya, belum lagi kalau kondisi badan belum fit sepenuhnya. Disini Yun Gyeong nggak minta apa-apa dari suaminya, dia Cuma minta perhatian dan dukungan aja dari suaminya. Scene ini campur aduk banget sih, antara sedih dan terharu, gimanapun Geum Chol ini suami yang baik walaupun kadang nggak peka dan ngeselin :’)

2. Jang Yi Jun di Taman Bermain

Jang Yi Jun ini anak dari Hwajung dan Yongguk. Walaupun kedua orangtuanya bercerai, tapi Yijun tumbuh jadi anak yang baik dan cerdas. Buat yang udah nonton drama ini pasti tau karakter Yijun gimana deh, udah sopan banget, bijaksana, dan dewasa banget, nggak kaya bocah seumuran dia pokoknya.

Nah pada suatu hari, kedua orangtua Yijun ini memutuskan buat rujuk, reaksi Yijun tuh flat banget, dia cuma senyum sambil pamit mau pergi main ke rumah bora (temennya). Tapi ternyata ijun ini pergi ke taman bermain sampai malem, dia nangis sendirian disana. Alasannya dia nggak mau nangis di rumah karena nggak mau liat orangtuanya sedih.

Makin bikin terharu waktu dia nangis kejer yang ternyata itu tangis bahagia, dia seseneng itu tau orang tuanya bakal rujuk. Jadi selama ini dia pendam sendiri, kalau dia tuh selalu pengin makan bareng sama keluarga setiap hari, bukan cuma waktu ulang tahun atau acara sekolah aja. Selama ini selalu liat Yijun yang tenang, terus liat dia nangis gitu kaya sedih banget. Selama ini dia kesepian tapi dia nggak pernah ngomong sama ibunya, biar ibunya nggak sedih :’)

Btw, Yijun ini beruntung punya temen kaya bora. Antara ngakak sama terharu waktu bora juga ikutan nangis dan dia bilang “ aku nggak mau pulang ke rumah, aku mau makan bareng sama ijun, buat mastiin ijun nggak kesepian” :’)

3. Nenek Gam Ri

Nenek Gam ri salah satu orang tertua diantara warga gongjin dan dia tinggal sendirian karena anaknya bekerja di kota. Walaupun hidup sendiri, nenek Gam Ri biasanya sering kumpul sama Mat Yi dan Sook ja ( sesama lansia di desa Gongjin). Nenek Gam Ri juga deket banget sama Hong Du sik, dan nganggep dia kaya cucunya sendiri.

Paling sedih waktu nenek Gam Ri meninggal. Mana mereka bertiga (Gam Ri, Mat Yi, Sook Ja) lagi kumpul, sengaja mau tidur bareng, ngobrol-ngobrol sampai malem, sampai merencanakan piknik segala. Tapi sayangnya waktu tidur, nenek Gam Ri udah nggak ada, kaya perpisahan aja mereka bertiga pas lagi ngumpul gitu :’)

4. Masa Lalu Hong Du Sik

Kalau yang ini nggak usah disebutin scene yang mana sih, karena udah mulai masuk episode 15 sama 16, masa lalu Hong Du Sik mulai terungkap. Sediiih terus sepanjang episode itu, wkwk. Jadi, Hong Du Sik ini punya trauma, makanya dia juga sering mimpi buruk. Nah, di dua episode ini mulai nih orang-orang yang berhubungan sama masa lalunya muncul, yang akhirnya bikin traumanya muncul lagi.

Dibalik sikap ramahnya Hong Du sik, dia ini pernah merasakan kehilangan dan dihantui oleh rasa bersalah. Makanya dia memutuskan buat balik ke Gong Jin, dan beruntungnya warga Gong Jin ini baik-baik banget makanya Hong Du Sik bisa mulai pulih.

 



Rekomendasi Drama Korea Slice of Life