Kamis, 01 Agustus 2019

Minim Sampah Plastik


www.lrsrecycles.com

Permasalahan sampah di Indonesia seperti tidak ada habisnya, salah satunya adalah sampah plastik. Seperti yang dikutip kompas, bahwa Indonesia menghasilkan sampah plastik sebanyak 175.000 ton/hari, jika diasumsikan dari data tersebut, maka sampah plastik yang dihasilkan setiap orang adalah 0,7 kg/hari atau sekitar 67 juta ton/tahun.

Terus darimana datangnya sampah-sampah plastik ini? tentunya dari diri kita sendiri maupun dari masyarakat yang semakin konsumtif. Plastik sendiri sudah menjadi kebutuhan karena sifatnya yang fleksibel, terjangkau, dan tahan lama, sehingga tidak heran kalau kita tidak bisa jauh-jauh dengan plastik. 

Perlu diketahui bahwa plastik tidak dapat terurai dengan cepat dan mudah. Hal ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, baik didarat maupun laut. Dampak yang ditimbulkan yaitu mencemari air tanah, menyebabkan polusi udara, mengganggu rantai makanan, dan  bisa juga merusak pariwisata. 

Buang sampah pada tempatnya saja tidak cukup untuk menjaga lingkungan, bisa saja bersih di tempat kita tapi menjadi masalah di tempat lain, hehe. Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah melakukan gaya hidup minim sampah, yaitu mengurangi menggunakan bahan yang mencemari lingkungan dan tidak memakai bahan sekali pakai dalam sehari-hari.

Setidaknya dengan cara ini bisa mengurangi sampah bahkan tanpa sampah sama sekali, terutama use single plastic atau plastic sekali pakai. Di beberapa negara seperti Amerika, Swedia, Slandia Baru, Australia, dan beberapa negara Eropa lainnya sudah menerapkan konsep ini sebagai solusi konkret dalam pengelolaan sampah.  Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa kota yang menerapkan program Zero Waste Cities, contohya adalah kota Cimahi, kota Bandung, dan Kabupaten Bandung.  

Selain sampah yang dihasilkan sehari-hari, acara-acara pertemuan atau rapat juga dapat menghasilkan sampah plastik yang banyak loh. Salah satu cara menerapkan gaya hidup minim sampah di acara pertemuan atau rapat , yaitu tidak menggunakan plastik atau bahan sekali pakai, hehe.
pengganti piring sekali pakai

Kalau biasanya untuk snack prasmanan menggunakan piring sekali pakai, kali ini kita ganti menggunakan daun pisang. Selain ramah lingkungan karena mudah diurai oleh tanah, daun pisang juga mengandung senyawa polifenol yang berperan sebagai antioksidan dan dapat menambah rasa sedap pada makanan.

Cukup dibilas menggunakan air bersih, daun pisang ini bisa langsung digunakan. Tanpa perlu menggunakan sabun, sehingga tidak menimbulkan limbah dari sabun juga kan, hehe. Air limbah sabun yang terbuang tanpa diolah juga memunculkan masalah baru, yaitu bisa mencemari lingkungan, terutama air. 

penyajian prasmanan

Selanjutnya adalah penyajian snack pada prasmanan juga tidak menggunakan barang atau plastik sekali pakai. Untuk tempat snack menggunakan tampah yang dilapisi dengan daun pisang. Selain itu, sebaiknya tidak menggunakan Air Minum dalam Kemasan (AMDK), kita bisa menggunakan gelas kaca yang bisa digunakan berulang kali. 

Oya, ketika menyajikan makanan jangan lupa untuk ditutup ya, hal ini merupakan salah satu langkah keamanan pangan. Tujuannya untuk mengurangi kontaminasi dari udara maupun lingkungan sekitar dan tentunya supaya tidak dihinggapi serangga yang membawa penyakit seperti lalat.

Dengan melakukan gaya hidup minim sampah disuatu acara, secara tidak langsung kita sudah mengajak para tamu maupun orang-orang sekitar untuk berkontribusi dalam mengurangi sampah plastik dan menjaga lingkungan.  

Rekomendasi Drama Korea Slice of Life