Kalau ngobrolin tentang film atau
drama Korea, banyak banget pilihan genrenya, dari fantasi, melo-drama,
horror, crime, thriller, slice of life, rom-com, dan masih banyak lagi. Nah,
salah satu genre yang lagi aku suka banget nih ada slice of life, yaitu genre yang menggambarkan kehidupan
sehari-hari. Biasanya drama slice of life ini punya alur cerita yang ringan dan
santai serta menggambarkan kegiatan paling umum dari orang-orang setiap harinya, dari hal-hal remeh hingga
konflik-konflik sederhana yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dan jarang ada peran-peran antagonis atau
jalan cerita yang bikin kita cape emosi dan kesel sendiri. Walaupun terkesan
membosankan tapi hal itu yang ternyata
bikin genre ini semakin menarik, dan buatku nonton drama slice of life
ini bisa jadi healing sekaligus banyak makna dan pesan moral yang bisa diambil
. Berikut ini ada beberapa drama Korea dengan genre slice of life yang
menurutku worth it buat ditonton :
1. Reply Series
Merupakan drama garapan Sutradara Shin Won Ho dan penulis Lee Woo Jung, best combo sih menurutku, drama buatan mereka ini nggak pernah mengecewakan. Reply series ini terdiri dari tiga drama, ada Reply 1997 yang tayang tahun 2012, Reply 1994 tayang tahun 2013, dan Reply 1988 tayang tahun 2015. Btw, tiga drama ini nggak ada keterkaitan ya, jadi kalau mau nontonnya nggak urut atau nonton salah satu dramanya aja ya nggak masalah, karena cerita tiap dramanya dan pemerannya pun berbeda.
Walaupun ceritanya berbeda, tapi tiga drama ini mempunyai konsep yang hampir sama. Tentang persahabatan dan kekeluargaan dengan alur maju mundur antar masa, selain itu kita para penonton dibuat menebak siapa yang akan menjadi suami dari karakter utama perempuannya. Btw, setting drama ini sesuai sama judulnya, walaupun keliatannya jadul tapi tetep enak buat ditonton kok. Setting drama ini dibuat se-detail mungkin menyesuaikan trend yang ada ditahun tersebut, seperti penggunaan pager dalam drama reply 1994, serta lead female dalam drama reply 1997 yang dibuat menjadi fans dari boyband H.O.T yang saat itu sedang naik daun ( btw, mungkin reply 1997 ini lebih relate buat temen-temen yang suka kpop atau kpopers). Selain itu, moment-moment yang terjadi pada tahun-tahun tersebut juga dimunculkan dalam drama ini, seperti Olimpiade Seoul dalam Reply 1988, dan tragedi ambruknya Sampoong Departemen Store dalam Reply 1994.
Btw, aku udah nonton ketiga drama ini dan bagus semua bahkan beberapa kali kutonton ulang. Tapi kalau ditanya mana yang paling bagus, aku prefer Reply 1988. Karena ceritanya lebih kompleks, bukan cuma fokus sama persahabatan karakter utamanya aja, tapi juga banyak membahas hubungan antar keluarga, hubungan dengan orang tua, bahkan antar tetangga. Banyak banget hal-hal kecil dan remeh yang dibahas didrama ini dan aku merasa relate banget sih, jadi lebih berasa emosinya. Walaupun drama ini punya durasi per-episodenya paling panjang diantara series lainnya, tapi tetep aja nggak ngebosenin karena emang sebagus itu, bahkan ada beberapa scene yang udah kutonton ulang tapi tetep bikin nangis sesenggukan. Btw, review Reply 1988 juga pernah aku tulis di Review Reply 1988.
Salah satu yang paling iconic dari ketiga drama ini adalah backsound suara ‘mbeeeek” di scene-scene lucu, dan ini bikin terngiang-ngiang sih, wkwkwk. Selain itu, soundtrack dari ketiga drama ini juga merupakan remake dari lagu-lagu lawas loh, jadi makin berasa banget nostalgianya.
2. Age of Youth
Drama slice of life yang menceritakan kehidupan 5 orang perempuan yang menempati sebuah share house atau kost-kostan bernama Belle Epoque, ya bisa dibilang mereka ini anak rantau dan merupakan mahasiswa yang berkuliah disalah satu Universitas di Seoul. Fokus dari drama ini ya kehidupan mereka, cerita tentang generasi diusia 20 tahunan, usia yang sudah mulai beranjak dewasa. Dimana mereka sudah harus bisa mengambil keputusan sendiri, memecahkan masalah sendiri, bisa me-manajemen uang, waktu, bahkan perasaan, dan beradaptasi dilingkungan baru dengan orang-orang baru.
Datang dari daerah yang berbeda dengan sifat serta gaya hidup yang berbeda-beda, tetapi harus tinggal satu rumah merupakan tantangan baru buat mereka, kerena mereka harus bisa beradaptasi dan menyesuaikan diri. Aku suka sama perkembangan karakter mereka disini, dari yang awalnya suka berantem dan selalu beda pendapat akhirnya bisa jadi kaya keluarga, bisa saling melengkapi, saling membantu, dan saling mengerti. Masalah-masalah yang muncul didrama ini juga nggak jauh-jauh dari kehidupan sehari-hari, misal masalah hubungan antar teman, hubungan percintaan, kehidupan perkuliahan, bahkan drama toxic relationship yang dialami salah satu karakter didrama ini.
Btw, drama ini ada dua season, season yang pertama tayang tahun 2016 dan season kedua tayang tahun 2019. Tapi aku lebih suka yang pertama, karena merasa ceritanya lebih relate aja. Selain itu, ada beberapa peran yang beda dari season sebelumnya, padahal pemain di season pertama udah solid banget, jadi berasa ada yang kurang waktu nonton yang kedua, huhu.
3. Because This is My First Life (2017)
Drama yang tayang tahun 2017 ini mengambil tema kawin kontrak, iya kawin kontrak ini jadi salah satu tema yang lumayan sering muncul di drama-drama Korea. Tapi menurutku, drama ini dikemas dengan alur cerita yang berbeda dan dibuat lebih realistis. Bercerita tentang kegelisahan diusia 30 tahunan, tentang karir dan pernikahan. Selain itu, drama ini juga menceritakan tentang cinta dan pernikahan dari sudut pandang yang berbeda-beda.
Ada yang menikah bukan karena cinta, tapi juga bukan karena paksaan, mereka memutuskan melakukan kawin kontrak karena mereka merasa bisa saling melengkapi, saling membantu, dan saling cocok aja. Ada juga yang udah pengin banget nikah padahal udah pacaran tujuh tahun, tapi karena si cowoknya merasa belum siap, baik secara mental maupun finansial. Akhirnya mereka harus memilih mau lanjut ke jenjang pernikahan atau putus dan melanjutkan hidupnya sesuai sama keinginannya masing-masing. Ada juga yang memutuskan buat nggak menikah atau menjalin hubungan, karena menganggap itu merepotkan.
Kadang orang-orang tuh terlalu sibuk mengkotak-kotakan bahwa menikah ya harusnya diumur sekian, pernikahan harus seperti ini, harus ini harus itu, bla bla bla. Padahal kondisi setiap orang berbeda-beda dan punya pandangan dan pilihannya masing-masing, nggak bisa semua disama ratakan. Nah drama ini cukup relate membahas tentang hal- hal semacam itu.
4. Prison of Playbook (2017)
Masih saudaraan sama reply series nih, huehehe. Yap, drama ini merupakan salah satu drama garapan sutradara shin Won Ho dan penulis Lee Woo Jung. Tema-nya masih sama, menitik beratkan pada persahabatan tapi dengan latar belakang yang berbeda. Drama ini bersetting di penjara, biasanya nih mindset kita kalau drama udah settingnya penjara pasti ini drama crime, thriller, atau hukum yang bikin kita mikir berat. Tapi ternyata tidak berlaku pada drama ini, hehe.
Prison of Playbook ini menceritakan kehidupan sehari-hari para narapidana dipenjara, kaya menceritakan sisi lain dari penjara gitu. Fokus cerita ini bermula pada karakter Je Hyuk, seorang pemain baseball terkenal yang harus masuk penjara karena tuduhan penganiayaan, padahal hal itu ia lakukan untuk menolong adiknya yang hampir diperkosa.
Kehidupan Je Hyuk pun berubah, dia harus menghadapi berbagai macam karakter dan latar belakang yang berbeda dari setiap orang di penjara. Drama ini juga menyampaikan bahwa nggak semua orang yang masuk penjara itu orang jahat, ada yang masuk penjara karena keadaan, ada juga yang difitnah atau dijebak, dan masih banyak lagi.
Liat mereka dalam satu sel ini udah kaya keluarga, walaupun ada juga yang isinya berantem terus, tapi ini malah yang bikin ngakak sih. Jujur aja, aku ngerasa bosen banget diawal-awal episode apalagi liat karakter Je Hyuk yang flat dan lamban banget, bikin makin gregetan nontonnya, wkwkw. tapi mulai masuk episode pertengahan makin seru dan nagih banget, terutama liat tingkah lucu mereka, ada aja kelakuan mereka yang bikin ngakak.
5. Hospital Playlist
Salah satu drama terbaik ditahun 2020 nih, masih garapannya sutradara Shin Won Ho sama penulis Lee Woo Jung, jadi nggak heran kalau drama ini emang bagus. Sebelumnya, review Hospital Playlist udah pernah aku tulis di Review Drama Hospital Playlist, jadi nggak akan kutulis panjang lebar disini. Masih menitik beratkan tentang persahabatan dan bergenre medis humanistic yang menceritakan keseharian di rumah sakit, dari kisah para dokter hingga para pasien yang dikemas dengan sangat apik.
Fokus drama ini adalah persahabatan Lima dokter spesialis yang sudah berteman dari jaman kuliah hingga akhirnya bisa bekerja di rumah sakit yang sama. Nggak Cuma dokter spesialisnya aja, tapi banyak karakter lainnya yang bikin drama ini makin apik, dari cerita dokter residen, perawat, dokter magang, bahkan cerita pasien yang setiap harinya berbeda.
Sehebat apapun manusia, pasti ya tetep nggak sempurna. Sama kaya didrama ini, sehebat dan sepintar apapun dokter disini, mereka nggak selalu berhasil kok, ada masa-masa dimana mereka juga pernah melakukan kesalahan dan merasa terpuruk juga. Aku inget banget disalah satu episode drama ini menceritkan kalau ada intern sama residen yang melakukan kesalahan, fellow yang nggak percaya diri mimpin operasi, ada juga residen yang udah kaya putus asa liat pasiennya nggak sadar-sadar. Dan hal –hal itu wajar dan biasa terjadi dikehidupan sehari-hari, bukan hanya didunia kesehatan aja, tapi dalam berbagai hal. Makanya aku merasa drama ini bener-bener dibikin serealistis mungkin.
Hospital playlist ini ada dua season. Season pertama tayang tahun 2020 dan yang kedua tayang tahun 2021. Kalau mau nonton, kusaranin nonton yang pertama dulu buat pengenalan karakter dan latar belakang gimana mereka bisa berteman dan bisa kerja ditempat yang sama. Setiap ada yang minta direkomendasiin drama korea yang bagus, aku pasti selalu saranin drama ini karena saking bagusnya, huehehehe
6. Hometown Cha-cha-cha (2021)
Drama yang cukup booming ditahun 2021 nih, apalagi ada duo dimples disini. Awalnya aku nggak terlalu berekspetasi tinggi sama drama ini, ya aku kira cuma drama degan genre rom-com biasa yang bosenin. Ternyata makin kesini kok semakin bagus dan nagih terus buat nonton episode selanjutnya, wkwkw. Drama ini juga bisa dibilang drama slice of life karena menceritakan keseharian dari warga Gongjin dengan dibumbui cerita romansa karakter utamnya, Yoon Hyejin dan Hong Dushik.
Drama yang santai dengan konflik yang cukup ringan sih menurutku, konfliknya juga nggak jauh-jauh dari kehidupan sehari-hari, ya layaknya orang baru yang harus bisa beradaptasi di lingkungan baru. Bawaanya kalau nonton drama ini tuh bikin happy, apalagi liat ke-uwu-an Yoon Hyejin sama Hong Dushik, wkwk. Btw, walaupun drama ini vibesnya happy tapi ada beberapa scene yang cukup bikin banjir loh, dan udah aku rangkum di 4 adegan tersedih dalam drama Hometown Cha-cha-cha.
7. Our Beloved Summer (2022)
Drama yang baru aja tamat tanggal 25 Januari kemarin ini udah menarik perhatianku dari awal trailer keluar, gemes banget liat Choi Woo sik sama Kim Da Mi disini. Menceritakan kisah romansa Choi Ung dan Kook Yeon Su saat SMA. Dimana mereka mempunyai sifat yang sangat berbeda, yang awalnya berantem terus akhirnya jadi cinta, pacaran bertahun-tahun akhirnya putus, dan 10 tahun kemudian mereka bertemu kembali karena suatu pekerjaan. Agak klise emang ya ceritanya, tapi pengemasan dan jalan ceritanyaa baguus banget.
Drama ini juga menyajikan sudut pandang dari setiap karakternya, jadi kita sebagai penonton juga bisa paham dan akhirnya nggak bisa sebel sama keputusan yang mereka ambil. Jujur aja, awal-awal aku agak sebel sama Yeon Su yang terkesan egois, tapi makin kesini aku juga bisa paham sama posisinya Yeon Su dan akhirnya nggak jadi sebel. Walaupun alurnya maju mundur, menceritakan masa lalu saat SMA dan masa sekarang tapi drama ini ringan banget dan santai buat ditonton, mana pengambilan gambarnya bagus banget, estetik banget.
Drama dengan durasi 1,5 jam ini mempunyai judul yang berbeda tiap episodenya, dan uniknya judulnnya ini diambil dari judul-judul film, seperti “three Idiots”, “Love Actually”. ‘Begin Again”, dan masih ada beberapa judul lainnya. Btw, ostnya bagus-bagus banget, sampai sekarang masih suka ndengerin karena enak banget lagu-lagunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar