Selasa, 08 Maret 2022

Rekomendasi Drama Korea Slice of Life

 

Kalau ngobrolin tentang film atau drama Korea, banyak banget pilihan genrenya, dari fantasi, melo-drama, horror, crime, thriller, slice of life, rom-com, dan masih banyak lagi. Nah, salah satu genre yang lagi aku suka banget nih ada slice of life,  yaitu genre yang menggambarkan kehidupan sehari-hari. Biasanya drama slice of life ini punya alur cerita yang ringan dan santai serta menggambarkan kegiatan paling umum dari orang-orang setiap harinya, dari hal-hal remeh hingga konflik-konflik sederhana yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.  Dan jarang ada peran-peran antagonis atau jalan cerita yang bikin kita cape emosi dan kesel sendiri. Walaupun terkesan membosankan tapi hal itu yang ternyata  bikin genre ini semakin menarik, dan buatku nonton drama slice of life ini bisa jadi healing sekaligus banyak makna dan pesan moral yang bisa diambil . Berikut ini ada beberapa drama Korea dengan genre slice of life yang menurutku worth it buat ditonton :

1. Reply Series

Merupakan drama garapan Sutradara Shin Won Ho dan penulis Lee Woo Jung, best combo sih menurutku, drama buatan mereka ini nggak pernah mengecewakan. Reply series ini terdiri dari tiga drama, ada Reply 1997 yang tayang tahun 2012, Reply 1994 tayang tahun 2013, dan Reply 1988 tayang tahun 2015. Btw, tiga drama ini nggak ada keterkaitan ya, jadi kalau mau nontonnya nggak urut atau nonton salah satu dramanya aja ya nggak masalah, karena cerita tiap dramanya dan pemerannya pun berbeda.  

Walaupun ceritanya berbeda, tapi tiga drama ini mempunyai konsep yang hampir sama. Tentang persahabatan dan kekeluargaan dengan alur maju mundur antar masa, selain itu kita para penonton dibuat menebak siapa yang akan menjadi suami dari karakter utama perempuannya. Btw, setting drama ini sesuai sama judulnya, walaupun keliatannya jadul tapi tetep enak buat ditonton kok. Setting drama ini dibuat se-detail mungkin menyesuaikan trend yang ada ditahun tersebut, seperti penggunaan pager dalam drama reply 1994, serta lead female dalam drama reply 1997 yang dibuat menjadi fans dari boyband H.O.T yang saat itu sedang naik daun ( btw, mungkin reply 1997 ini lebih relate buat temen-temen yang suka kpop atau kpopers). Selain itu, moment-moment yang terjadi pada tahun-tahun tersebut juga dimunculkan dalam drama ini, seperti Olimpiade Seoul dalam Reply 1988, dan tragedi ambruknya Sampoong Departemen Store dalam Reply 1994.   

Btw, aku udah nonton ketiga drama ini dan bagus semua bahkan beberapa kali kutonton ulang. Tapi kalau ditanya mana yang paling bagus, aku prefer Reply 1988. Karena ceritanya lebih kompleks, bukan cuma fokus sama persahabatan karakter utamanya aja, tapi juga banyak membahas hubungan antar keluarga, hubungan dengan orang tua, bahkan antar tetangga. Banyak banget hal-hal kecil dan remeh yang dibahas didrama ini dan aku merasa relate banget sih, jadi lebih berasa emosinya. Walaupun drama ini punya durasi per-episodenya paling panjang diantara series lainnya, tapi tetep aja nggak ngebosenin karena emang sebagus itu, bahkan ada beberapa scene yang udah kutonton ulang tapi tetep bikin nangis sesenggukan. Btw, review Reply 1988 juga pernah aku tulis di Review Reply 1988. 

Salah satu yang paling iconic dari ketiga drama ini adalah backsound suara ‘mbeeeek” di scene-scene lucu, dan ini bikin terngiang-ngiang sih, wkwkwk. Selain itu, soundtrack dari ketiga drama ini juga merupakan remake dari lagu-lagu lawas loh, jadi makin berasa banget nostalgianya. 

2. Age of  Youth

Age of  Youth Season 1

Drama slice of life yang menceritakan kehidupan 5 orang perempuan yang menempati sebuah share house atau kost-kostan bernama Belle Epoque, ya bisa dibilang mereka ini anak rantau dan merupakan mahasiswa yang berkuliah disalah satu Universitas di Seoul. Fokus dari drama ini ya kehidupan mereka, cerita tentang generasi diusia 20 tahunan, usia yang sudah mulai beranjak dewasa. Dimana mereka sudah harus bisa mengambil keputusan sendiri, memecahkan masalah sendiri, bisa me-manajemen uang, waktu, bahkan perasaan, dan beradaptasi dilingkungan baru dengan orang-orang baru.  

Datang dari daerah yang berbeda dengan sifat serta gaya hidup yang berbeda-beda, tetapi harus tinggal satu rumah merupakan tantangan baru buat mereka, kerena mereka harus bisa beradaptasi dan menyesuaikan diri.  Aku suka sama perkembangan karakter mereka disini, dari yang awalnya suka berantem dan selalu beda pendapat akhirnya bisa jadi kaya keluarga, bisa saling melengkapi, saling membantu, dan saling mengerti. Masalah-masalah yang muncul didrama ini juga nggak jauh-jauh dari kehidupan sehari-hari, misal masalah hubungan antar teman, hubungan percintaan, kehidupan perkuliahan, bahkan drama toxic relationship yang dialami salah satu karakter didrama ini. 

Age of  Yout Season 2

Btw, drama ini ada dua season, season yang pertama tayang tahun 2016 dan season kedua tayang tahun 2019. Tapi aku lebih suka yang pertama, karena merasa ceritanya lebih relate aja. Selain itu, ada beberapa peran yang beda dari season sebelumnya, padahal pemain di season pertama udah solid banget, jadi berasa ada yang kurang waktu nonton yang kedua, huhu. 

3. Because This is My First Life (2017)

Drama yang tayang tahun 2017 ini mengambil tema kawin kontrak, iya kawin kontrak ini jadi salah satu tema yang lumayan sering muncul di drama-drama Korea. Tapi menurutku, drama ini dikemas dengan alur cerita yang berbeda dan dibuat lebih realistis. Bercerita tentang kegelisahan diusia 30 tahunan, tentang karir dan pernikahan. Selain itu, drama ini juga menceritakan tentang cinta dan pernikahan dari sudut pandang yang berbeda-beda.  

Ada yang menikah bukan karena cinta, tapi juga bukan karena paksaan, mereka memutuskan melakukan kawin kontrak karena mereka merasa bisa saling melengkapi, saling membantu, dan saling cocok aja. Ada juga yang udah pengin banget nikah padahal udah pacaran tujuh tahun, tapi karena si cowoknya merasa belum siap, baik secara mental maupun finansial. Akhirnya mereka harus memilih mau lanjut ke jenjang pernikahan atau putus dan melanjutkan hidupnya sesuai sama keinginannya masing-masing. Ada juga yang memutuskan buat nggak menikah atau menjalin hubungan, karena menganggap itu merepotkan. 

Kadang orang-orang tuh terlalu sibuk mengkotak-kotakan bahwa menikah ya harusnya diumur sekian, pernikahan harus seperti ini, harus ini harus itu, bla bla bla. Padahal kondisi setiap orang berbeda-beda dan punya pandangan dan pilihannya masing-masing, nggak bisa semua disama ratakan. Nah drama ini cukup relate membahas tentang hal- hal semacam itu. 

4. Prison of Playbook (2017)

Masih saudaraan sama reply series nih, huehehe. Yap, drama ini merupakan salah satu drama garapan sutradara shin Won Ho dan penulis Lee Woo Jung. Tema-nya masih sama, menitik beratkan pada persahabatan tapi dengan latar belakang yang berbeda. Drama ini bersetting di penjara, biasanya nih mindset kita kalau drama udah settingnya penjara pasti ini drama crime, thriller, atau hukum yang bikin kita mikir berat. Tapi ternyata tidak berlaku pada drama ini, hehe. 

Prison of Playbook ini menceritakan kehidupan sehari-hari para narapidana dipenjara, kaya menceritakan sisi lain dari penjara gitu. Fokus cerita ini bermula pada karakter Je Hyuk, seorang pemain baseball terkenal yang harus masuk penjara karena tuduhan penganiayaan, padahal hal itu ia lakukan untuk menolong adiknya yang hampir diperkosa. 

Kehidupan Je Hyuk pun berubah, dia harus menghadapi berbagai macam karakter dan latar belakang yang berbeda dari setiap orang di penjara. Drama ini juga menyampaikan bahwa nggak semua orang yang masuk penjara itu orang jahat, ada yang masuk penjara karena keadaan, ada juga yang difitnah atau dijebak, dan masih banyak lagi.  

Liat mereka dalam satu sel ini udah kaya keluarga, walaupun ada juga yang isinya berantem terus, tapi ini malah yang bikin ngakak sih. Jujur aja, aku ngerasa bosen banget diawal-awal episode apalagi liat karakter Je Hyuk yang flat dan lamban banget, bikin makin gregetan nontonnya, wkwkw. tapi mulai masuk episode pertengahan makin seru dan nagih banget, terutama liat tingkah lucu mereka, ada aja kelakuan mereka yang bikin ngakak.

5. Hospital Playlist 

Salah satu drama terbaik ditahun 2020 nih, masih garapannya sutradara Shin Won Ho sama penulis Lee Woo Jung, jadi nggak heran kalau drama ini emang bagus. Sebelumnya, review Hospital Playlist udah pernah aku tulis di Review Drama Hospital Playlist, jadi nggak akan kutulis panjang lebar disini. Masih menitik beratkan tentang persahabatan dan bergenre medis humanistic yang menceritakan keseharian di rumah sakit, dari kisah para dokter hingga para pasien yang dikemas dengan sangat apik. 

Fokus drama ini adalah  persahabatan Lima dokter spesialis yang sudah berteman dari jaman kuliah hingga akhirnya bisa bekerja di rumah sakit yang sama. Nggak Cuma dokter spesialisnya aja, tapi banyak karakter lainnya yang bikin drama ini makin apik, dari cerita dokter residen, perawat, dokter magang, bahkan cerita pasien yang setiap harinya berbeda.  

Sehebat apapun manusia, pasti ya tetep nggak sempurna. Sama kaya didrama ini, sehebat dan sepintar apapun dokter disini, mereka nggak selalu berhasil kok, ada masa-masa dimana mereka juga pernah melakukan kesalahan dan merasa terpuruk juga. Aku inget banget disalah satu episode drama ini menceritkan kalau ada intern sama residen yang melakukan kesalahan, fellow yang nggak percaya diri mimpin operasi, ada juga residen yang udah kaya putus asa liat pasiennya nggak sadar-sadar. Dan hal –hal itu wajar dan biasa terjadi dikehidupan sehari-hari, bukan hanya didunia kesehatan aja, tapi dalam berbagai hal. Makanya aku merasa drama ini bener-bener dibikin serealistis mungkin.  

Hospital playlist ini ada dua season. Season pertama tayang tahun 2020 dan yang kedua tayang tahun 2021. Kalau mau nonton, kusaranin nonton yang pertama dulu buat pengenalan karakter dan latar belakang gimana mereka bisa berteman dan bisa kerja ditempat yang sama. Setiap ada yang minta direkomendasiin drama korea yang bagus, aku pasti selalu saranin drama ini karena saking bagusnya, huehehehe 

6. Hometown Cha-cha-cha (2021)

Drama yang cukup booming ditahun 2021 nih, apalagi ada duo dimples disini. Awalnya aku nggak terlalu berekspetasi tinggi sama drama ini, ya aku kira cuma drama degan genre rom-com biasa yang bosenin. Ternyata makin kesini kok semakin bagus dan nagih terus buat nonton episode selanjutnya, wkwkw. Drama ini juga bisa dibilang drama slice of life karena menceritakan keseharian dari warga Gongjin dengan dibumbui cerita romansa karakter utamnya, Yoon Hyejin dan Hong Dushik.  

Drama yang santai dengan konflik yang cukup ringan sih menurutku, konfliknya juga nggak jauh-jauh dari kehidupan sehari-hari, ya layaknya orang baru yang harus bisa beradaptasi di lingkungan baru. Bawaanya kalau nonton drama ini tuh bikin happy, apalagi liat ke-uwu-an Yoon Hyejin sama Hong Dushik, wkwk. Btw, walaupun drama ini vibesnya happy tapi ada beberapa scene yang cukup bikin banjir loh, dan udah aku rangkum di 4 adegan tersedih dalam drama Hometown Cha-cha-cha.

7. Our Beloved Summer (2022) 

Drama yang baru aja tamat tanggal 25 Januari kemarin ini udah menarik perhatianku dari awal trailer keluar, gemes banget liat Choi Woo sik sama Kim Da Mi disini. Menceritakan kisah romansa Choi Ung dan Kook Yeon Su saat SMA. Dimana mereka mempunyai sifat yang sangat berbeda, yang awalnya berantem terus akhirnya jadi cinta, pacaran bertahun-tahun akhirnya putus, dan 10 tahun kemudian mereka bertemu kembali karena suatu pekerjaan. Agak klise emang ya ceritanya, tapi pengemasan dan jalan ceritanyaa baguus banget. 

Drama ini juga menyajikan sudut pandang dari setiap karakternya, jadi kita sebagai penonton juga bisa paham dan akhirnya nggak bisa sebel sama keputusan yang mereka ambil. Jujur aja, awal-awal aku agak sebel sama Yeon Su yang terkesan egois, tapi makin kesini aku juga bisa paham sama posisinya Yeon Su dan akhirnya nggak jadi sebel. Walaupun alurnya maju mundur, menceritakan masa lalu saat SMA dan masa sekarang tapi drama ini ringan banget dan santai buat ditonton, mana pengambilan gambarnya bagus banget, estetik banget. 

Drama dengan durasi 1,5 jam ini mempunyai judul yang berbeda tiap episodenya, dan uniknya judulnnya ini diambil dari judul-judul film, seperti “three Idiots”, “Love Actually”. ‘Begin Again”, dan masih ada beberapa judul lainnya. Btw, ostnya bagus-bagus banget, sampai sekarang masih suka ndengerin karena enak banget lagu-lagunya.

Jumat, 24 Desember 2021

Update Skincare Desember 2021

https://www.dreamstime.com/beauty-cartoon-skin-care-woman-beauty-cartoon-skin-care-woman-mask-night-image121621860

Setelah beberapa bulan, akhirnya bisa kembali update skincare disini. buat update terakhir bisa cek di Update Skincare Juli 2021 . Nah kali ini bebebrapa produk skincare yang aku tulis disini kebanyakanya produk-produk dari brand lokal. Dari avoskin, lacoco, dear me beauty, dan lain-lain. Btw, makin kesini produk lokal tuh makin banyak pilihan dan makin bagus, apalagi kemasannya juga dibikin apik, jadinya lebih keliatan premium. Berikut ini produk-produk yang lagi kupakai dan wort it buat aku :

1. Dear Me Beauty Skin Barrier Water Cream 

Moisturizer dari brand lokal yang dikemas dengan packaging yang simple dan manis. Dikemas menggunakan jar matte minimalis berwarna pink tua dengan isi 30 gram dan dilengkapi spatula kecil berwarna putih. Iya, belum dipake aja udah jatuh cinta duluan sama packagingnya. Kandungan utama pada produk ini yaitu 5 % niacinamide, ceramide, hyaluronic acid, centella asiatica, dan adenosine yang berfungsi membuat kulit kenyal, bercahaya, dan lebih sehat. Walaupun mempunyai tekstur cream/gel yang agak thick, tetapi saat pengaplikasian ke wajah ngga susah kok, karena memang water based jadi teksturnya agak cair waktu dioleskan kewajah.

Aku pakai moisturizer ini pagi sama malam hari, dan cukup pakai sedikit aja, karena kalau terlalu banyak bikin wajahku berminyak. Sebenernya aku prefer penggunaan malam, karena lebih kerasa efeknya dipagi hari yaitu bikin muka berasa lebih lembab. Sesuai sama namanya, moisturizer ini bisa menjaga skin barrier juga. Semenjak rutin penggunaan moisturizer ini, jerawatku yang biasa muncul secara random jadi cuma muncul waktu mendekati menstruasi aja.

Price : Rp. 129.000,00 

2. Npure Cica Chocomint clay mask 

Dari berbagai jenis masker yang ada , salah satu jenis masker yang selalu aku stock di rumah ya masker jenis ini. Kenapa? Menurutku masker jenis clay mask ini lebih nampol dan beragam aja manfaatnya buat mengatasi masalah-masalah kulit, misal membersihkan pori-pori maupun masalah kulit membandel lainnya. Nah, clay mask yang sekarang lagi aku pakai ada Npure Cica Chocomint Clay Mask. 

Sebelum ngomongin kandungannya, kita bahas packagingnya dulu yang super unik sampai rasanya sayang buat buang kardusnya. Kemasan luar produk ini terbuat dari karton yang menyerupai laci mini. Nah, terus untuk kemasan dalamnya menggunakan jar kaca dengan warna dan desain yang sama sepertinya kartonnya yaitu hijau pastel, dengan wadah yang kokoh dan dilengkapi lid pembatas antara isi dan tutup produk. Teksturnya buttery dan wanginya coklat mint kaya permen blaster, wkwkw.

Klaim dari clay mask ini yaitu membersihkan kulit dari sisa-sisa kotoran, mencerahkan, melembabkan, menghaluskan, dan membuat kulit lebih segar. Mengandung cacao dan mint yang berfungsi untuk menjaga kesehatan dan melembabkan kulit, Centella asiatica dan tea tree sebagai anti inflamasi dan mengobati jerawat, ada juga Niacinamide untuk mencerahkan kulit. 

Clay mask ini biasanya aku pake 2-3 kali seminggu. Penggunaanya juga mudah, tinggal diaplikasikan ke wajah sampai merata dan tunggu 10 – 15 menit, baru dibilas. Btw, masker ini cepet banget keringnya, jadi kalau diaku waktunya fleksibel sih, kalau dirasa udah cukup kering ya langsung dibilas aja. First impression setelah pakai masker ini rasanya muka berasa fresh banget karena ada efek mintnya, dan muka juga berasa lebih bersih, kalau jerawat walaupun nggak sepenuhnya hilang tapi lumayan bikin calming sih, hehe. Buat bilasnya lumayan susah menurutku, karena ada buliran-buliran coklat yang masih suka nempel dikulit, jadi harus extra ya bilasnya. 

Price : Rp. 119.000,00

3.  Avoskin Your Skin Bae Vit. C 3% + Niacinamide 2%  + Mandarin Orange Fruit exctract

Kalau ngomongin serum Avoskin pasti tuh bingung, karena variannya banyak banget, wkwk. Tinggal pinter-pinternya kita aja pilih serum yang sesuai sama kebutuhan kulit. Kalau aku pertama kali coba yang serum Vit C ini, karena klaimnya yang bisa mencerahkan kulit dan menyamarkan bekas jerawat, kaya PIH (Post Inflammatory Hyperpigmantation). 

Dari sekian banyak warna dari series Your Skin Bae-nya Avoskin, Vit C serum ini dikemas dengan nuansa warna kuning, baik pada botolnya maupun box luarnya. Mempunyai tekstur cair yang agak kental warnanya bening dan baunya nggak terlalu mengganggu sih menurutku, tapi agak lama meresapnya diwajah setelah diaplikasikan. Walaupun penggunaanya bisa pagi dan malam hari, tapi aku prefer pakai dipagi hari bersamaan dengan pengggunaan sunscreen, karena vit C juga berfungsi sebagai antioksidan yang berguna untuk melindungi kulit dari radikal bebas, sehingga efek yang didapatkan bisa lebih maksimal. Repurchase? Iya dong, udah botol ketiga aku nih, hehe. walaupun nggak menghilangkan bekas jerawat secara total tapi lumayan menyamarkan dan mencerahkan.  

Price : Rp. 139.000,00

4. Lacoco Watermelon Glow Mask  

Lagi-lagi masker dari produk local yang dikemas dengan super elegan, menggunakan tube plastik berwarna soft pink dengan tutup ulir berwarna silver, liat kemasanya aja udah manis banget. btw, ini sleeping mask pertama yang aku coba, masker dengan perpaduan ekstrak semangka, pisang, dan rumput laut yang mengklaim dapat membantu wajah terlihat lebih cerah dipagi hari. Selain itu, dengan adanya kandungan Lactid acid juga bisa menghidrasi wajah, menenangkan kulit, mengurangi iritasi, dan kemerahan pada wajah. 

First impression setelah pakai masker ini adalah buanya enaaak banget dan rasanya adem bikin relaks. Teksturnya milky gel berwarna putih dan agak thick tapi gampang diratain waktu diolesin kewajah, waktu udah dipakai juga ringan jadi nggak bikin risih buat dipakai semalaman. Buat efeknya aku belum merasakan yang terlalu signifikan sih, cuman emang paginya wajah lebih lembab dan berasa lebih sehat.  

Produk ini menyediakan dua pilihan ukuran, 75 ml dan 10 ml. Jadi kalau ada yang mau coba dulu dan takut ngga cocok bisa nih beli yang 10 ml dulu tanpa harus beli yang share in jar. Kekurangan dari produk ini cuma satu sih, mahal, huhu. Walaupun untuk ukuran 75 ml itu awet banget bisa dipakai berbulan-bulan tapi tetep aja kalau mau beli mikir-mikir lagi :’) paling poll ya tunggu ada diskonan dulu baru beli, wkwkw.  

Price : Rp. 225.000,00.

5. Garnier Light Complete Super UV Spot Proof Watery Sunscreen 

Sebelumnya nggak pernah berekspetasi sama produknya garnier, hehe. kali ini coba sunscreenya karena dapet hadiah dari socobox. Tersedia dua varian, yaitu natural finish (jenis ini cocok untuk semua kulit) dan mate finish (lebih direkomendasikan untuk pemilik kulit normal-oily). Yap, dan kulitku cenderung kering makanya prefer yang natural finish. 

Garnier ini jadi salah satu sunscreen yang kusuka nih, hasil akhirnya bikin glowing dan nggak ada whitecast diaku. Kemasannya juga travel friendly, bentuknya yang minimalis dengan isi 30 ml dan dilengkapi tutup ulir berwarna kuning yang nggak bikin gampang tumpah. Selain harganya yang lumayan terjangkau, produk garnier nih juga termasuk produk yang gampang dicari, jadi sepertinya garnier ini bakal kuadikan daily routine, hehe.  

Price : Rp. 65.000,00. 

6.  Jacquelle Cleansing Brush 

Kali ini bukan bahas skincare ya, tapi beauty tools dari Jacquelle berupa cleansing brush. Jadi cleaning brush merupakan sikat pembersih yang digunakan pada area wajah untuk membersihkan pori-pori wajah dari sebum maupun sisa debu atau make up yang tidak terangkat secara maksimal. Lagi-lagi brand lokal ngeluarin produk yang terlalu gemas untuk tidak dibeli, huhu. kalau liat alatnya nih lucuk banget bentuknya minimalis dan warnanya pink. 

Btw, alat ini manual ya jadi nggak perlu baterai buat pemakaianya. cukup diusapkan kewajah dengan gerakan memutar ke seluruh wajah hingga leher. Cleansing brush ini mempunyai dua sisi dengan sikat yang berbeda, sikat pertama mempunyai bulu yang sangat lembut, sisi ini berfungsi untuk membersihkan wajah sehari-hari, sedangkan sikat kedua ini berupa silikon dengan bentuk seperti duri-duri yang berguna untuk eksfoliasi. Nah kalau eksfoliasi ini cukup dipakai 1-2 seminggu sekali aja, jangan keseringan takutnya nanti bikin kulit iritasi.  Eksfoliasi berguna untuk mengangkat sel-sel kulit mati pada permukaan kulit wajah yang bertujuan untuk menjaga kebersihan kulit wajah. 

Price : Rp. 99.000,00. 

 


 

 

Sabtu, 30 Oktober 2021

Pilih Sunscreen Lotion/Cream, Stick, atau Spray?

Sunscreen ini jadi salah satu skincare yang nggak pernah aku skip setiap pagi. Kenapa? karena penggunaan sunscreen ini bisa jadi salah satu cara untuk mencegah kerusakan kulit karena terpapar sinar matahari atau sinar UV. Paparan sinar matahari bisa menyebabkan berbagai masalah kulit, dari kulit terbakar, penuaan dini, sampai menyebabkan munculnya sel-sel kanker. Jadi rasanya percuma nih udah pakai bermacam-macam skincare yang bagus, tapi kulit wajah tidak diproteksi dari sinar matahari, terutama nih buat orang kaya aku yang lebih banyak kegiatan di luar ruangan.

Sunscreen biasanya jadi tahapan akhir setelah pakai skincare dipagi hari, jadi sunscreen ini sebenernya sangat berpengaruh buat memaksimalkan kerja rangkaian skincare yang selama ini udah kita pakai baik pagi maupun malam hari. pemilihan SPF yang terkandung dalam sunscreen juga perlu diperhatikan, karena semakin besar level SPF, maka tingkat proteksinya juga berbeda. Kalau aku sendiri biasanya pakai yang SPF 50 karena lebih banyak beraktivitas di luar ruangan.  Penggunaan skincare juga baiknya digunakan 15 – 30 menit sebelum keluar rumah, dan reaplly setiap 2 jam sekali, karena ketahanan SPF yang ada disunscreen ada batas waktunya. Nah, sebenernya ini sih yang jadi PR banget buat aku, reaaplly tiap 2 jam sekali padahal kondisi lagi kegiatan di lapangan dan tangan juga dalam kondisi kotor, kayanya ribet banget.

Tapi makin kesini tekstur sunscreen nih makin beragam, dari yang lotion, cream, gel, stick, spray, sampai powder tuh ada. Tinggal tergantung kita nih butuhnya yang mana buat sesuain sama jenis kulit kita. Kulitku cenderung kering, jadi aku prefer lotion/cream ketimbang yang gel. Nah, karena aku juga butuh suncreen buat reapply (karena kalau pake tekstur lotion/cream tuh ribet, sebelum oles ke wajah juga tangan harus dalam kondisi bersih), akhirnya aku coba yang jenis spray sama yang stick juga. Nah, berikut ini beberapa macam sunscreen yang udah pernah aku coba :

1. Sunscreen Lotion dan Cream

Sunscreen dengan tekstur ini kayanya yang paling umum deh, pasti kita kalau beli kebanyakan yang macam lotion atau cream gini. Biasanya sunscreen ini cocok buat semua jenis kulit. Takaran penggunaanya juga udah jelas yaitu minimal dua ruas jari, dulu aku ngerasa kalau dua ruas jari itu kebanyakan sih apalagi kalau ada tone up dan whitecast, jadi harus extra banget ngblendnya biar mukaku jadi nggak abu-abu ,wkwk. Padahal penggunaan sunscreen dengan ruas 2 jari ini sangat dianjurkan karena bisa menghindari atau melawan sinar UV secara sempurna.

Beberapa sunscreen yang udah pernah aku coba ada Skin Aqua UV Moisture Milk, Innisfree Intensive Triple Care Sunscreen, Garnier Super UV, dan Banana Boat daily moisture sunscreen Lotion SPF50+. Semuanya cocok aja buat aku, ngga ada yang bikin mukaku breakout. Yang aku suka dari sunscreen dengan tekstur  ini biasanya juga sekalian kasih efek lembab, bahkan ada yang jatuhnya kaya pakai moisturizer, ringan dipakai.

Btw, sunscreen dengan tekstur lotion sama cream ini hampir mirip, cuma beda dikomposisinya aja. Jenis cream biasanya lebih banyak mengandung minyak ketimbang yang lotion, makanya sunscreen cream lebih cocok buat kulit kering atau sangat kering. oh ya, pembahasan sunscreen Innisfree sama Skin Aqua pernah kutulis juga di update skincare 2020 dan My Skincare Rouitne Part 1 . 

2. Sunscreen Spray

Selain suncreen lotion dan cream , ada juga sunscreen spray. Ya, teksturnya cair gitu tinggal semprot aja, jadi kesannya gampang buat reapply kalau lagi di luar ruangan. Dulu aku sempat coba Jarte Suncreen spray, sebelumnya ini pernah aku tulis juga di Update Skincare 2020 .

Niatnya pakai spray ini biar mempermudah reapply, tapi setelah aku baca-baca tentang sunscreen spray, baiknya suncreen ini disemprotkan terlebih dahulu pada tangan kemudian baru diaplikasikan pada wajah, tujuannya biar merata kesemua wajah, kalau lagsung semprot biasanya ada bagaian tertentu yang nggak kena, jadi intinya tetep harus pakai tangan dulu, hehe. Memang disarankan sunscreen spray tidak langsung disemprotkan ke wajah karena berisiko terhirup. 

3. Sunscreen Stick

Selanjutnya ada sunscreen stick, sunscreen yang bentukanyannya kaya deodoran, wkwk. Ini juga jadi sunscreen yang  kayanya memang dibuat untuk reapply, karena praktis banget. Dan sekarang aku lagi pakai Somethinc Sunscreen Glowing Up SPF 50. Penggunaanya gampang banget, tinggal oles aja ke wajah. Kalau takaran sunscreen lotion/cream minimal 2  ruas jari, sedangkan sunscreen stick ini butuh 4 olesan setiap bagiannya. 

Sunscreen stick yang lagi aku pakai ini warnaya kuning transparan, jadi mau diolesin seberapa banyak pun nggak ada whitecastnya. Paling diawal pemakaian muka jadi agak berminyak, tapi nanti lama-lama biasa aja. Terus yang bikin aku suka, kemasanya kecil jadi gampang dibawa-bawa, hehe.

Nah kesimpulannya nih, buat sehari-hari aku pakai yang lotion/cream karena lebih mudah diratakan dan lebih efektif sih menurutku. Sedangkan sunscreen stick selalu aku simpen dipouch yang biasa kubawa pergi, buat reapply kalau lagi diluar rumah. Untuk saat ini aku belum tertarik buat coba pakai yang sunscreen spray lagi karena penggunannya jatuhnya sama kaya yang lotion/cream. Btw, aku ngga bisa kasih komentar apa-apa tentang sunscreen gel maupun powder, karena aku juga belum pernah coba.

Rekomendasi Drama Korea Slice of Life