Jumat, 24 Desember 2021

Update Skincare Desember 2021

https://www.dreamstime.com/beauty-cartoon-skin-care-woman-beauty-cartoon-skin-care-woman-mask-night-image121621860

Setelah beberapa bulan, akhirnya bisa kembali update skincare disini. buat update terakhir bisa cek di Update Skincare Juli 2021 . Nah kali ini bebebrapa produk skincare yang aku tulis disini kebanyakanya produk-produk dari brand lokal. Dari avoskin, lacoco, dear me beauty, dan lain-lain. Btw, makin kesini produk lokal tuh makin banyak pilihan dan makin bagus, apalagi kemasannya juga dibikin apik, jadinya lebih keliatan premium. Berikut ini produk-produk yang lagi kupakai dan wort it buat aku :

1. Dear Me Beauty Skin Barrier Water Cream 

Moisturizer dari brand lokal yang dikemas dengan packaging yang simple dan manis. Dikemas menggunakan jar matte minimalis berwarna pink tua dengan isi 30 gram dan dilengkapi spatula kecil berwarna putih. Iya, belum dipake aja udah jatuh cinta duluan sama packagingnya. Kandungan utama pada produk ini yaitu 5 % niacinamide, ceramide, hyaluronic acid, centella asiatica, dan adenosine yang berfungsi membuat kulit kenyal, bercahaya, dan lebih sehat. Walaupun mempunyai tekstur cream/gel yang agak thick, tetapi saat pengaplikasian ke wajah ngga susah kok, karena memang water based jadi teksturnya agak cair waktu dioleskan kewajah.

Aku pakai moisturizer ini pagi sama malam hari, dan cukup pakai sedikit aja, karena kalau terlalu banyak bikin wajahku berminyak. Sebenernya aku prefer penggunaan malam, karena lebih kerasa efeknya dipagi hari yaitu bikin muka berasa lebih lembab. Sesuai sama namanya, moisturizer ini bisa menjaga skin barrier juga. Semenjak rutin penggunaan moisturizer ini, jerawatku yang biasa muncul secara random jadi cuma muncul waktu mendekati menstruasi aja.

Price : Rp. 129.000,00 

2. Npure Cica Chocomint clay mask 

Dari berbagai jenis masker yang ada , salah satu jenis masker yang selalu aku stock di rumah ya masker jenis ini. Kenapa? Menurutku masker jenis clay mask ini lebih nampol dan beragam aja manfaatnya buat mengatasi masalah-masalah kulit, misal membersihkan pori-pori maupun masalah kulit membandel lainnya. Nah, clay mask yang sekarang lagi aku pakai ada Npure Cica Chocomint Clay Mask. 

Sebelum ngomongin kandungannya, kita bahas packagingnya dulu yang super unik sampai rasanya sayang buat buang kardusnya. Kemasan luar produk ini terbuat dari karton yang menyerupai laci mini. Nah, terus untuk kemasan dalamnya menggunakan jar kaca dengan warna dan desain yang sama sepertinya kartonnya yaitu hijau pastel, dengan wadah yang kokoh dan dilengkapi lid pembatas antara isi dan tutup produk. Teksturnya buttery dan wanginya coklat mint kaya permen blaster, wkwkw.

Klaim dari clay mask ini yaitu membersihkan kulit dari sisa-sisa kotoran, mencerahkan, melembabkan, menghaluskan, dan membuat kulit lebih segar. Mengandung cacao dan mint yang berfungsi untuk menjaga kesehatan dan melembabkan kulit, Centella asiatica dan tea tree sebagai anti inflamasi dan mengobati jerawat, ada juga Niacinamide untuk mencerahkan kulit. 

Clay mask ini biasanya aku pake 2-3 kali seminggu. Penggunaanya juga mudah, tinggal diaplikasikan ke wajah sampai merata dan tunggu 10 – 15 menit, baru dibilas. Btw, masker ini cepet banget keringnya, jadi kalau diaku waktunya fleksibel sih, kalau dirasa udah cukup kering ya langsung dibilas aja. First impression setelah pakai masker ini rasanya muka berasa fresh banget karena ada efek mintnya, dan muka juga berasa lebih bersih, kalau jerawat walaupun nggak sepenuhnya hilang tapi lumayan bikin calming sih, hehe. Buat bilasnya lumayan susah menurutku, karena ada buliran-buliran coklat yang masih suka nempel dikulit, jadi harus extra ya bilasnya. 

Price : Rp. 119.000,00

3.  Avoskin Your Skin Bae Vit. C 3% + Niacinamide 2%  + Mandarin Orange Fruit exctract

Kalau ngomongin serum Avoskin pasti tuh bingung, karena variannya banyak banget, wkwk. Tinggal pinter-pinternya kita aja pilih serum yang sesuai sama kebutuhan kulit. Kalau aku pertama kali coba yang serum Vit C ini, karena klaimnya yang bisa mencerahkan kulit dan menyamarkan bekas jerawat, kaya PIH (Post Inflammatory Hyperpigmantation). 

Dari sekian banyak warna dari series Your Skin Bae-nya Avoskin, Vit C serum ini dikemas dengan nuansa warna kuning, baik pada botolnya maupun box luarnya. Mempunyai tekstur cair yang agak kental warnanya bening dan baunya nggak terlalu mengganggu sih menurutku, tapi agak lama meresapnya diwajah setelah diaplikasikan. Walaupun penggunaanya bisa pagi dan malam hari, tapi aku prefer pakai dipagi hari bersamaan dengan pengggunaan sunscreen, karena vit C juga berfungsi sebagai antioksidan yang berguna untuk melindungi kulit dari radikal bebas, sehingga efek yang didapatkan bisa lebih maksimal. Repurchase? Iya dong, udah botol ketiga aku nih, hehe. walaupun nggak menghilangkan bekas jerawat secara total tapi lumayan menyamarkan dan mencerahkan.  

Price : Rp. 139.000,00

4. Lacoco Watermelon Glow Mask  

Lagi-lagi masker dari produk local yang dikemas dengan super elegan, menggunakan tube plastik berwarna soft pink dengan tutup ulir berwarna silver, liat kemasanya aja udah manis banget. btw, ini sleeping mask pertama yang aku coba, masker dengan perpaduan ekstrak semangka, pisang, dan rumput laut yang mengklaim dapat membantu wajah terlihat lebih cerah dipagi hari. Selain itu, dengan adanya kandungan Lactid acid juga bisa menghidrasi wajah, menenangkan kulit, mengurangi iritasi, dan kemerahan pada wajah. 

First impression setelah pakai masker ini adalah buanya enaaak banget dan rasanya adem bikin relaks. Teksturnya milky gel berwarna putih dan agak thick tapi gampang diratain waktu diolesin kewajah, waktu udah dipakai juga ringan jadi nggak bikin risih buat dipakai semalaman. Buat efeknya aku belum merasakan yang terlalu signifikan sih, cuman emang paginya wajah lebih lembab dan berasa lebih sehat.  

Produk ini menyediakan dua pilihan ukuran, 75 ml dan 10 ml. Jadi kalau ada yang mau coba dulu dan takut ngga cocok bisa nih beli yang 10 ml dulu tanpa harus beli yang share in jar. Kekurangan dari produk ini cuma satu sih, mahal, huhu. Walaupun untuk ukuran 75 ml itu awet banget bisa dipakai berbulan-bulan tapi tetep aja kalau mau beli mikir-mikir lagi :’) paling poll ya tunggu ada diskonan dulu baru beli, wkwkw.  

Price : Rp. 225.000,00.

5. Garnier Light Complete Super UV Spot Proof Watery Sunscreen 

Sebelumnya nggak pernah berekspetasi sama produknya garnier, hehe. kali ini coba sunscreenya karena dapet hadiah dari socobox. Tersedia dua varian, yaitu natural finish (jenis ini cocok untuk semua kulit) dan mate finish (lebih direkomendasikan untuk pemilik kulit normal-oily). Yap, dan kulitku cenderung kering makanya prefer yang natural finish. 

Garnier ini jadi salah satu sunscreen yang kusuka nih, hasil akhirnya bikin glowing dan nggak ada whitecast diaku. Kemasannya juga travel friendly, bentuknya yang minimalis dengan isi 30 ml dan dilengkapi tutup ulir berwarna kuning yang nggak bikin gampang tumpah. Selain harganya yang lumayan terjangkau, produk garnier nih juga termasuk produk yang gampang dicari, jadi sepertinya garnier ini bakal kuadikan daily routine, hehe.  

Price : Rp. 65.000,00. 

6.  Jacquelle Cleansing Brush 

Kali ini bukan bahas skincare ya, tapi beauty tools dari Jacquelle berupa cleansing brush. Jadi cleaning brush merupakan sikat pembersih yang digunakan pada area wajah untuk membersihkan pori-pori wajah dari sebum maupun sisa debu atau make up yang tidak terangkat secara maksimal. Lagi-lagi brand lokal ngeluarin produk yang terlalu gemas untuk tidak dibeli, huhu. kalau liat alatnya nih lucuk banget bentuknya minimalis dan warnanya pink. 

Btw, alat ini manual ya jadi nggak perlu baterai buat pemakaianya. cukup diusapkan kewajah dengan gerakan memutar ke seluruh wajah hingga leher. Cleansing brush ini mempunyai dua sisi dengan sikat yang berbeda, sikat pertama mempunyai bulu yang sangat lembut, sisi ini berfungsi untuk membersihkan wajah sehari-hari, sedangkan sikat kedua ini berupa silikon dengan bentuk seperti duri-duri yang berguna untuk eksfoliasi. Nah kalau eksfoliasi ini cukup dipakai 1-2 seminggu sekali aja, jangan keseringan takutnya nanti bikin kulit iritasi.  Eksfoliasi berguna untuk mengangkat sel-sel kulit mati pada permukaan kulit wajah yang bertujuan untuk menjaga kebersihan kulit wajah. 

Price : Rp. 99.000,00. 

 


 

 

Sabtu, 30 Oktober 2021

Pilih Sunscreen Lotion/Cream, Stick, atau Spray?

Sunscreen ini jadi salah satu skincare yang nggak pernah aku skip setiap pagi. Kenapa? karena penggunaan sunscreen ini bisa jadi salah satu cara untuk mencegah kerusakan kulit karena terpapar sinar matahari atau sinar UV. Paparan sinar matahari bisa menyebabkan berbagai masalah kulit, dari kulit terbakar, penuaan dini, sampai menyebabkan munculnya sel-sel kanker. Jadi rasanya percuma nih udah pakai bermacam-macam skincare yang bagus, tapi kulit wajah tidak diproteksi dari sinar matahari, terutama nih buat orang kaya aku yang lebih banyak kegiatan di luar ruangan.

Sunscreen biasanya jadi tahapan akhir setelah pakai skincare dipagi hari, jadi sunscreen ini sebenernya sangat berpengaruh buat memaksimalkan kerja rangkaian skincare yang selama ini udah kita pakai baik pagi maupun malam hari. pemilihan SPF yang terkandung dalam sunscreen juga perlu diperhatikan, karena semakin besar level SPF, maka tingkat proteksinya juga berbeda. Kalau aku sendiri biasanya pakai yang SPF 50 karena lebih banyak beraktivitas di luar ruangan.  Penggunaan skincare juga baiknya digunakan 15 – 30 menit sebelum keluar rumah, dan reaplly setiap 2 jam sekali, karena ketahanan SPF yang ada disunscreen ada batas waktunya. Nah, sebenernya ini sih yang jadi PR banget buat aku, reaaplly tiap 2 jam sekali padahal kondisi lagi kegiatan di lapangan dan tangan juga dalam kondisi kotor, kayanya ribet banget.

Tapi makin kesini tekstur sunscreen nih makin beragam, dari yang lotion, cream, gel, stick, spray, sampai powder tuh ada. Tinggal tergantung kita nih butuhnya yang mana buat sesuain sama jenis kulit kita. Kulitku cenderung kering, jadi aku prefer lotion/cream ketimbang yang gel. Nah, karena aku juga butuh suncreen buat reapply (karena kalau pake tekstur lotion/cream tuh ribet, sebelum oles ke wajah juga tangan harus dalam kondisi bersih), akhirnya aku coba yang jenis spray sama yang stick juga. Nah, berikut ini beberapa macam sunscreen yang udah pernah aku coba :

1. Sunscreen Lotion dan Cream

Sunscreen dengan tekstur ini kayanya yang paling umum deh, pasti kita kalau beli kebanyakan yang macam lotion atau cream gini. Biasanya sunscreen ini cocok buat semua jenis kulit. Takaran penggunaanya juga udah jelas yaitu minimal dua ruas jari, dulu aku ngerasa kalau dua ruas jari itu kebanyakan sih apalagi kalau ada tone up dan whitecast, jadi harus extra banget ngblendnya biar mukaku jadi nggak abu-abu ,wkwk. Padahal penggunaan sunscreen dengan ruas 2 jari ini sangat dianjurkan karena bisa menghindari atau melawan sinar UV secara sempurna.

Beberapa sunscreen yang udah pernah aku coba ada Skin Aqua UV Moisture Milk, Innisfree Intensive Triple Care Sunscreen, Garnier Super UV, dan Banana Boat daily moisture sunscreen Lotion SPF50+. Semuanya cocok aja buat aku, ngga ada yang bikin mukaku breakout. Yang aku suka dari sunscreen dengan tekstur  ini biasanya juga sekalian kasih efek lembab, bahkan ada yang jatuhnya kaya pakai moisturizer, ringan dipakai.

Btw, sunscreen dengan tekstur lotion sama cream ini hampir mirip, cuma beda dikomposisinya aja. Jenis cream biasanya lebih banyak mengandung minyak ketimbang yang lotion, makanya sunscreen cream lebih cocok buat kulit kering atau sangat kering. oh ya, pembahasan sunscreen Innisfree sama Skin Aqua pernah kutulis juga di update skincare 2020 dan My Skincare Rouitne Part 1 . 

2. Sunscreen Spray

Selain suncreen lotion dan cream , ada juga sunscreen spray. Ya, teksturnya cair gitu tinggal semprot aja, jadi kesannya gampang buat reapply kalau lagi di luar ruangan. Dulu aku sempat coba Jarte Suncreen spray, sebelumnya ini pernah aku tulis juga di Update Skincare 2020 .

Niatnya pakai spray ini biar mempermudah reapply, tapi setelah aku baca-baca tentang sunscreen spray, baiknya suncreen ini disemprotkan terlebih dahulu pada tangan kemudian baru diaplikasikan pada wajah, tujuannya biar merata kesemua wajah, kalau lagsung semprot biasanya ada bagaian tertentu yang nggak kena, jadi intinya tetep harus pakai tangan dulu, hehe. Memang disarankan sunscreen spray tidak langsung disemprotkan ke wajah karena berisiko terhirup. 

3. Sunscreen Stick

Selanjutnya ada sunscreen stick, sunscreen yang bentukanyannya kaya deodoran, wkwk. Ini juga jadi sunscreen yang  kayanya memang dibuat untuk reapply, karena praktis banget. Dan sekarang aku lagi pakai Somethinc Sunscreen Glowing Up SPF 50. Penggunaanya gampang banget, tinggal oles aja ke wajah. Kalau takaran sunscreen lotion/cream minimal 2  ruas jari, sedangkan sunscreen stick ini butuh 4 olesan setiap bagiannya. 

Sunscreen stick yang lagi aku pakai ini warnaya kuning transparan, jadi mau diolesin seberapa banyak pun nggak ada whitecastnya. Paling diawal pemakaian muka jadi agak berminyak, tapi nanti lama-lama biasa aja. Terus yang bikin aku suka, kemasanya kecil jadi gampang dibawa-bawa, hehe.

Nah kesimpulannya nih, buat sehari-hari aku pakai yang lotion/cream karena lebih mudah diratakan dan lebih efektif sih menurutku. Sedangkan sunscreen stick selalu aku simpen dipouch yang biasa kubawa pergi, buat reapply kalau lagi diluar rumah. Untuk saat ini aku belum tertarik buat coba pakai yang sunscreen spray lagi karena penggunannya jatuhnya sama kaya yang lotion/cream. Btw, aku ngga bisa kasih komentar apa-apa tentang sunscreen gel maupun powder, karena aku juga belum pernah coba.

Kamis, 21 Oktober 2021

4 Adegan Tersedih dalam Drama Hometown Cha-cha-cha

Ada yang udah nonton drama Hometown Cha-Cha-Cha? drama slice of life yang menceritakan kehidupan disebuah desa kecil bernama Gongjin. Fokus drama ini sebenernya kisah romansa Yoon Hye Jin dan Hong Du Sik, dua orang dengan karakter dan latar belakang yang berbeda. Yoon Hyejin adalah seorang dokter gigi pindahan dari Seoul. karakternya yang agak kaku, tegas, dan nggak sabaran ini berbanding terbalik sama karakter Hong Du Sik yang ramah dan santai. Btw, Hong Du Sik ini pengangguran, tapi punya banyak kerjaan sampingan buat bantuin warga Gongjin, dari bantuin di coffe shop, toko kelontong, restoran, dan masih banyak lagi.

Awalnya aku nggak berekspetasi tinggi sama drama ini, kirain ya cuma drama romance biasa gitu. Ternyata makin kesini bakin nagih dong, dramanya ringan dan enak buat ditonton. Drama ini nggak cuma fokus sama kisah romansa karakter utamanya aja, tapi juga nyeritain karakter-karakter pendukungnya juga, dan menurutku semuanya punya porsi masing-masing dan ngga ada peran nggak penting disini.

Konflik yang muncul juga relate sama kehidupan sehari-hari, ya layaknya kehidupan bertetangga gitu. Kadang ada tetangga yang julid, kadang ngeselin, tapi ya namanya manusia pasti ada baik buruknya. Walaupun gitu mereka tuh tetep gotong royong dan saling bantu, mungkin itu juga yang bikin penonton kaya aku nih suka banget liat interaksi mereka. 

Bawaanya kalau nonton drama ini tuh happy. Apalagi liat ke-uwuan Hong Du Sik sama Yoon Hye jin, dari jaman mereka masih sok-sok jual mahal sampe akhirnya pacaran tuh gemes banget sampe bikin senyum-senyum sendiri, wkwkw. Tapi nih, setelah disuguhi ke-uwuan mereka berdua diawal sampai pertengahan episode, mulai masuk episode terakhir nih kita disuguhi adegan-adegan sedih yang bikin nangis dan menyentuh banget, huhu. Btw, ini spoiler sih tapi nggakpapa ya, dramanya juga udah kelar, hehew. Ini beberapa adegan tersedih dalam drama Hometown Cha Cha Cha  versi aku :

1. Ham Yun Gyeong Menangis

Ham Yun Gyeong ini salah satu warga Gongjin. Punya toko kelontong, udah punya anak yang masih sekolah, dan lagi hamil gede. Suaminya, Choi Geum Cheol juga punya toko elektronik di Gongjin. Scene Ham Yun Gyeong nangis ini jadi scene pertama didrama ini yang bikin aku nangis.

Awalnya gara-gara Yun Gyeong minta tolong suaminya buat ngiketin tali sepatu dia, tapi suaminya ini nggak mau dan nganggep istrinya ini manja, padahal Yun Gyeong lagi hamil gede dan udah susah buat jongkok. Disinilah tangis Yun Gyeong pecah, saking jengkelnya sama suaminya yang nggak peka dan bener-bener ngluapin emosi dia selama ini.

Scene ini mungkin relate ya sama ibu-ibu yang lagi hamil maupun buat semua wanita. Ya karena hamil tuh nggak mudah, bahkan setelah melahirkan pun masih harus menyusui dan bergadang karena harus ngurusin bayinya, belum lagi kalau kondisi badan belum fit sepenuhnya. Disini Yun Gyeong nggak minta apa-apa dari suaminya, dia Cuma minta perhatian dan dukungan aja dari suaminya. Scene ini campur aduk banget sih, antara sedih dan terharu, gimanapun Geum Chol ini suami yang baik walaupun kadang nggak peka dan ngeselin :’)

2. Jang Yi Jun di Taman Bermain

Jang Yi Jun ini anak dari Hwajung dan Yongguk. Walaupun kedua orangtuanya bercerai, tapi Yijun tumbuh jadi anak yang baik dan cerdas. Buat yang udah nonton drama ini pasti tau karakter Yijun gimana deh, udah sopan banget, bijaksana, dan dewasa banget, nggak kaya bocah seumuran dia pokoknya.

Nah pada suatu hari, kedua orangtua Yijun ini memutuskan buat rujuk, reaksi Yijun tuh flat banget, dia cuma senyum sambil pamit mau pergi main ke rumah bora (temennya). Tapi ternyata ijun ini pergi ke taman bermain sampai malem, dia nangis sendirian disana. Alasannya dia nggak mau nangis di rumah karena nggak mau liat orangtuanya sedih.

Makin bikin terharu waktu dia nangis kejer yang ternyata itu tangis bahagia, dia seseneng itu tau orang tuanya bakal rujuk. Jadi selama ini dia pendam sendiri, kalau dia tuh selalu pengin makan bareng sama keluarga setiap hari, bukan cuma waktu ulang tahun atau acara sekolah aja. Selama ini selalu liat Yijun yang tenang, terus liat dia nangis gitu kaya sedih banget. Selama ini dia kesepian tapi dia nggak pernah ngomong sama ibunya, biar ibunya nggak sedih :’)

Btw, Yijun ini beruntung punya temen kaya bora. Antara ngakak sama terharu waktu bora juga ikutan nangis dan dia bilang “ aku nggak mau pulang ke rumah, aku mau makan bareng sama ijun, buat mastiin ijun nggak kesepian” :’)

3. Nenek Gam Ri

Nenek Gam ri salah satu orang tertua diantara warga gongjin dan dia tinggal sendirian karena anaknya bekerja di kota. Walaupun hidup sendiri, nenek Gam Ri biasanya sering kumpul sama Mat Yi dan Sook ja ( sesama lansia di desa Gongjin). Nenek Gam Ri juga deket banget sama Hong Du sik, dan nganggep dia kaya cucunya sendiri.

Paling sedih waktu nenek Gam Ri meninggal. Mana mereka bertiga (Gam Ri, Mat Yi, Sook Ja) lagi kumpul, sengaja mau tidur bareng, ngobrol-ngobrol sampai malem, sampai merencanakan piknik segala. Tapi sayangnya waktu tidur, nenek Gam Ri udah nggak ada, kaya perpisahan aja mereka bertiga pas lagi ngumpul gitu :’)

4. Masa Lalu Hong Du Sik

Kalau yang ini nggak usah disebutin scene yang mana sih, karena udah mulai masuk episode 15 sama 16, masa lalu Hong Du Sik mulai terungkap. Sediiih terus sepanjang episode itu, wkwk. Jadi, Hong Du Sik ini punya trauma, makanya dia juga sering mimpi buruk. Nah, di dua episode ini mulai nih orang-orang yang berhubungan sama masa lalunya muncul, yang akhirnya bikin traumanya muncul lagi.

Dibalik sikap ramahnya Hong Du sik, dia ini pernah merasakan kehilangan dan dihantui oleh rasa bersalah. Makanya dia memutuskan buat balik ke Gong Jin, dan beruntungnya warga Gong Jin ini baik-baik banget makanya Hong Du Sik bisa mulai pulih.

 



Sabtu, 03 Juli 2021

Update Skincare : Juli 2021

Setelah sekian lama tidak update skincare di blog, akhirnya tulisan ini bisa rampung juga. Tulisan terakhir tentang skincare ya tahun lalu di Update Skincare Tahun 2020, lama banget. kenapa lama? Pertama, karena emang namanya cobain skincare butuh proses jadi ya gabisa langsung kasih review. Kedua, wajah sempet break out juga karena nyobain produk baru. Ketiga, males aja  . Dibawah ini ada beberapa skincare yang  rutin kupakai, cocok, dan mungkin  juga akan repurchase.

1. Kleveru Centella & Spirulina Green Mask

Salah satu produk baru dari Kleveru nih, clay mask. Ada dua varian, dan aku tertarik buat coba yang Centella & Spirulina Green Mask ini. Selain French Green Clay, Kaolin, dan Bentonite yang berfungsi sebagai deep cleansing, ada juga kandungan AHA dan BHA sebagai eksfoliator, Spirulina sebagai antioksidan, Niacinamide yang melembabkan, Centella Asiatica dan Allantoin untuk menenangkan kulit, dan ekstrak tumbuhan organik.

Btw, klaim dari produk ini untuk membersihkan, mencerahkan, menyegarkan, merawat kulit berjerawat, dan menenangkan kulit iritasi. yang paling aku suka, waktu pake masker ini ada sensasi dingin sama aroma mint yang menenangkan. Pas banget buat me-time sambil rebahan, seger banget rasanya. 

Aku biasanya pakai masker ini seminggu 2-3 kali aja, dan lama-lamanya sekitar 10-15 menit aja karena masker ini cepet kering. Cara buat aplikasiin masker ini ke wajah juga ngga susah kok, dan disediain spatula diwadahnya. Btw, clay mask ini termasuk chemical exfoliator, jadi ngga ada partikel scrubnya. Selama penggunaannyapun ngga bikin mukaku kering, rasanya abis pakai masker ini malah bikin mukaku seger dan lembab. 

Price : Rp. 124.200,00.

2.  Derma Angel Acne Care Intensive Gel 

Si kecil favorit aku, solusi jerawat bandelku. Kandungan yang ada dalam produk ini yaitu Ceramide, 2% Salicylic Acid dan 2% Sulfur yang mampu mempercepat penyembuhan jerawat,  mengeringkan, dan mencegah munculnya jerawat baru, dan kandungan terakhir ada Ester C yang berfungsi untuk mencerahkan bekas jerawat. 

Dan bener sesuai klaimnya, setelah kutotolin pake produk ini beberapa kali jerawatku jadi cepet kering dong, hehe. Cuman kalau untuk mencerahkan bekas jerawat, kayanya belum berlaku sama kulitku deh. Sesuai namanya ya, teksturnya gel tapi agak cair. Waktu diapilkasikan, ada rasa dingin ceklit ceklit gitu. Selain manfaatnya, aku juga suka kemasannya, bentuk tube kecil lucu dan hemat space jadi enak buat dibawa pergi-pergi. 

Price : Rp. 99.000,00 .

3. Hadalabo  Shirojyun Ultimate Whitening Cream  

Setelah berjodoh sama tonernya Hadalabo, akhirnya aku coba buat cari produk lain dari Hadalabo. Awalnya nggak sengaja beli produk ini, niatnya cari moisturizer biasa, eh malah dapetnya krim malam, wkwk. tapi gapapa, untung cocok. 

Ada kandungan Arbutin, Vitamin C, dan Hyaluronic Acid yang berfungsi buat mencerahkan kulit dan membuat kulit tetap elastis. Cream berwarna putih susu ini mempunyai tekstur yang agak kental, dan cukup cepat meresapnya dikulit. Klaimnya memang no fragrance, jadi meminimalisir iritasi pada kulit. 

Dan yang paling kusuka dari cream ini adalah beneran bikin lembab. Setelah malemya pakai, lembabnya masih berasa sampai pagi (btw, kulitku kering memang jadi kurang tau cream ini bakal cocok apa enggak buat kulit berminyak, hehe). Kalau mencerahkan, aku belum merasa ada perubahan yang signifikan sih, tapi setelah penggunaan cream ini kulitku jadi lebih halus, ya walaupun masih ada beruntusan, tapi agak berkurang (ditunjang skincare lain tentunya).  

Price : Rp. 70.000,00. 

4. Cosrx AHA/BHA Clarifying Treatment  

Produk Cosrx kedua yang kupakai setelah Snail 96 Mucin Power Essence, hehe. Akhirnya tertarik sama toner ini karena ada kandungan AHA/BHA yang klaimnya bisa mengangkat sel-sel kulit mati, memperbaiki dan menghaluskan kulit. Teksturnya cair bening kaya air biasa, cepet meresap, dan nggak berbau. Kemasan toner ini cukup simpel, pakai botol plastik transparan yang dilengkapi degan tutup spray. 

Selain itu, Kandungan toner ini juga ada Jeju Mineral Water, Willow Bark Water 10%, Apple Water 10%, Butylene Glycol, 1,2-Hexanediol, Sodium Lactate, Glycolic Acid, Betaine Salicylate, Allantoin, Panthenol, Ethyl Hexanediol. 

Btw, walaupun toner ini bisa dibilang sebagai exfoliating toner tapi kandungan AHA/BHAnya masih-masing cuma sebanyak 0,1 % jadi katanya masih aman buat dipakai setiap hari. Tapi sampai saat ini aku cuma pake malam aja dan itupun ngga setiap hari, buat mastiin bakal cocok apa ngga dikulitku. Belum ada perubahan yang signfikan sih sampai saat ini, mungkin karena pemakainnya belum lama, tapi kusuka karena bikin seger dan lembab.  

Price : Rp. 200.000,00

5.  Kleveru Roseship Seed Oil 

Tertarik sama face oil ini karena klaimnya yang bisa meredakan bruntusan sama mengecilkan pori-pori. Dan kandunganya yang 100% pure Roseship Seed Oil bikin aku yakin buat beli. Teksturnya ya kaya oil pada umumnya, jujur baunya agak aneh menurutku, tapi ngga menyengat banget kok, dan masih nyaman-nyaman aja dipakai.  

Biasanya face oil ini kupake malam hari, karena kalau pagi hari berasa oily banget jadinya, kurang nyaman aja buat aktivitas.  Ada dua cara penggunaan face oil ini, yang pertama bisa langsung diaplikasiin ke wajah, nah yang kedua bisa dicampur sama moisturizer. Kalau aku pakai cara yang pertama, karena ya waktu itu belum kepikiran buat dicampur-campur juga, wkwk. 

Price : Rp. 132.000,00 

6.  Saturday Looks Brightening Peel Of Mask 

Lagi-lagi kusuka produk dari brand lokal, ada masker peel of dari Saturday Looks nih. Klaimnya buat mencerahkan wajah, mengecilkan pori-pori, meratakan warna kulit, dan melembabkan. Kandungannya ada Aqua, Corsntrachm Silica, Sodium Alginate, Calcium Sulfate, Petin, Niacinamide, Ascorvyl Guicoside, dan Phenoxythanol. 

Packaginya bulat kaya pakai kaleng gitu, lucu. Cuman aku kurang suka, karena mulut tempatnya lebar jadi kalo lagi mau mindahin maskernya ke mangkok suka tumpah-tumpah, huhu. Teksturnya bubuk, nanti cara pakainya bubuk masker ini dikasih air atau toner sampe mengental kaya pasta gigi, baru deh diaplikasikan ke wajah. Btw, karena ini peel of jadi olesinnya jangan ketipisan nanti susah buat dikelupas, Jangan nunggu terlalu kering juga, kira-kira 15-20 menit baru dikelupas. Sebenernya setelah itu nggak perlu dibilas lagi sama air, cuman kalo aku suka masih ada sisa yang nempel jadi mau nggak mau ya tetep dibilas air lagi.  

Setelah dibilas, kulit lebih lembah dan agak cerah menurutku. Tapi nggak langsung cerah seketika ya, karena semuanya butuh proses, nggak ada yang instan, huehe. 

Price : Rp. 65.000,00.

 

Sabtu, 13 Maret 2021

Pengelolaan Sampah Anorganik dan Pemanfaatan Sampah Organik di Rumah

Permasalahan sampah bukan hanya perkara plastik saja, tapi juga sampah organik yang tidak terolah juga bisa menjadi masalah baru. Apalagi, di Indonesia masih mengandalkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebagai solusi dalam menangani sampah. Sampah organik dan anorganik yang tidak terpilah dan dibuang ke TPA dapat menyebabkan berbagai masalah, penimbunan sampah yang tecampur di TPA dapat menyebabkan kondisi kurangnya oksigen dan sinar matahari sehingga menghasilkan gas metana yang berbahaya. Bukan hanya itu, sampah organik yang mendominasi di TPA juga dapat menyebabkan pencemaran, terutama air tanah.

Selain mengurangi sampah, kita juga bisa melakukan pemilahan sebagai cara untuk mengurangi masuknya sampah ke TPA. Sampah yang sudah dipilah juga semakin mudah untuk kita kelola sendiri loh, cara ini bisa dilakukan dari sekala yang paling kecil, yaitu dari sekala rumah tangga atau dimulai dari diri sendiri. Adanya pengelolaan sampah dirumah akan mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA dan mengurangi risiko terjadinya pencemaran. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah, berikut ini beberapa cara yang sudah mulai kuterapkan di rumah :

1. Sampah Anorganik

Sampah anorganik merupakan sampah yang sulit terurai, sehingga jika dibiarkan tertimbun ditanah dalam waktu yang sangat lama maka akan menimbulkan pencemaran tanah dan merusak lapisan tanah. Pengelolaan sampah dengan mengurangi sampah dan pemilahan sampah menjadi salah satu cara untuk bisa mengurangi berakhirnya sampah anorganik di TPA. 

a. Mengurangi sampah  

Mengelola sampah memanglah tidak mudah dan dibutuhkan komitmen dan ketekunan. Oleh karena  itu, untuk mengurangi beban dalam mengelola sampah setidaknya kita bisa mulai mengurangi sampah dari diri sendiri. Beberapa cara yang sudah mulai aku terapkan diantaranya yaitu :

    1. Membawa kantong belanjaan sendiri
    2. Mulai mengurangi penggunaan pembalut sekali pakai dan beralih menggunakan menstrual pad
    3. Mulai membawa botol minum dan tempat makan sendiri.

Menerapkan prinsip minim sampah bukan berati semuanya harus baru ya, tapi tergantung bagaimana  kita bisa memanfaatkannya. Misalnya menggunakan kembali plastik bekas pakai atau menggunakan kembali botol-botol bekas sebagai pot.

b. Kemasan bekas skincare 


Skincare memang sudah menjadi kebutuhan untuk setiap perempuan, tapi tanpa kita sadari bekas kemasan skincare menjadi salah satu penyumbang limbah terbanyak dilingkungan jika tidak dikelola dengan benar. Karena kemasan skincare rata-rata terbuat dari bahan plastik yang sulit untuk didaur ulang. Belum lagi nih, kemasan yang dibuang sembarangan juga berisiko disalah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Oleh karena itu, sebagai pengguna skincare kita juga harus bertanggung jawab dengan sampah yang sudah kita hasilkan. Waste Manajemen Indonesia menjadi salah satu solusi untuk pengelolaan sampah anorganik, terutama kemasan bekas skincare. Kemasan skincare kosong yang sudah aku kumpulkan, baik kemasan tube, botol, maupun kaca ini akan kukirim ke Waste4change. Waste4change sendiri merupakan perusahaan social yang bergerak untuk memberikan layanan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.  

Sebelum dikirim, sortir dulu kemasan skincare kosong tersebut dengan membersihkan bagian dalam botol hingga label kemasannya, pastikan semua kemasan sudah dalam keadaan bersih, kering dan tidak lembab. Sebelum kirim, buka website waste4change lalu Pilih Send Your waste, selanjutnya tentukan tujuan pengiriman dan  isi data diri diform yang tersedia, setelah mendapatkan kode unik, sampah tersebut sudah bisa dikirimkan sesuai dengan alamat yang dipilih. Karena aku sendiri merasa belum mampu mengolah sampah ini secara maksimal makanya aku kirim kesini supaya tidak terbuang bergitu saja dan mencemari lingkungan. 

Selain program Send Your waste, Waste4Change juga menyediakan program Personal Waste Management. Dimana program ini merupakan layanan pengangkutan sampah anorganik langsung dari rumah klien, sampah yang diangkut adalah sampah anorganik yang sudah terpilah. Kamu bisa berlangganan program ini, baik 3 bulan, 6 bulan, maupun 1 tahun. Kalau mau informasi lebih detail bisa langsung buka websitenya.

2. Sampah Organik

Sampah organik sering dianggap tidak berbahaya karena bisa terurai dan dapat diolah menjadi kompos, tetapi jika tidak dikelola dengan benar sampah organik juga bisa membahayakan lingkungan. Oleh karena itu, sebisa mungkin kita harus bisa mengurangi bahkan tidak membuang sampah organik begitu saja ke tempat sampah yang nantinya akan berakhir di TPA. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan dengan mudah untuk mengurangi penimbunan sampah organik :

a. Eco Enzyme

Selain kompos, sampah organik juga bisa dimanfaatkan menjadi eco enzyme. Eco enzyme merupakan fermentasi dari limbah dapur seperti kulit buah dan sayuran, gula, dan air. Buat yang dirumah nggak pernah absen konsumsi buah nih, bukan cuma isinya saja, kita juga bisa memanfaatkan kulitnya untuk dijadikan eco enzyme. Berwarna cokelat gelap, larutan ini mempunyai aroma fermentasi yang asam atau segar yang kuat.   


Cara pembuataanya yang sederhana dan bahannya yang mudah ditemukan, eco enzyme ini bisa mudah kita terapkan di rumah loh. Kulit yang bisa digunakan ada kulit buah jeruk, apel, lemon, mangga, sereh, daun pandan, dan lain-lain. Setelah menunggu 3-6 bulan cairan eco enzyme ini bisa mulai digunakan, bisa digunakan sebagai cairan pembersih serbaguna dan pupuk alami. 

Dengan perbandingan 3 kulit buah : 1 gula : 10 air ini biasanya aku pakai botol bekas air mineral yang sudah tidak terpakai. Jadi, selain memanfaatkan sampah organik, kita juga bisa memanfaatkan sampah anorganik seperti botol bekas air mineral.


b. Regrow organic waste

Salah satu caraku untuk mengurangi sampah organik selanjutnya yaitu dengan melakukan regrow organic waste. Daripada dibuang begitu saja, beberapa sayuran yang sudah lama dan tidak bisa dimakan biasa aku tanam kembali. Selain mengurangi sampah organik, kita juga bisa menikmatinya kembali tanpa harus membeli. Beberapa tanaman yang sudah kutanam lagi ada daun bawang, bawang bombai, kunyit, jahe, dan labu siam.

Bijak mengelola sampah bisa dimulai dari diri kita sendiri, bisa dimulai dari hal-hal sederhana dan mudah. Tujuannya tentu saja untuk mengurangi sampah yang masuk ke TPA, sungai bahkan laut. Dengan mulai melakukan pengelolaan sampah dari rumah, polusi dan pencemaran juga akan semakin berkurang sehingga kita bisa hidup lebih baik dan sehat.

Jumat, 12 Februari 2021

Zero Waste Cities : Meningkatkan Kualitas Hidup Petugas Pengumpul Sampah

Permasalahan sampah di Indonesia seperti tidak ada habisnya. Sesuai dengan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KHLK) yang dikutip Kompas, bahwa Indonesia setiap tahunnya mengahasilkan timbunan sampah sekitar 64 juta ton. Dimana 60% diangkut dan ditimbun di Tempat Pembuangan Sampah (TPA), 10% didaur ulang, dan 30% dibiarkan mencemari lingkungan.

Terus darimana datangnya sampah-sampah ini? Tentunya dari kita sendiri maupun dari masyarakat yang semakin konsumtif. Misalnya, penggunaan plastik yang sudah menjadi kebutuhan karena sifatnya yang fleksibel, terjangkau, dan tahan lama. Sehingga tidak heran penggunaan plastik menjadi semakin banyak, yang artinya semakin banyak juga sampah plastik yang dihasilkan.

Perlu diketahui bahwa plastik tidak mudah terurai, jika sampah plastik dibuang semberangan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, baik didarat maupun dilaut. Dampak yang ditimbulkan yaitu dapat mencemari air tanah, mengganggu rantai makanan, menyebabkan polusi tanah, bahkan merusak pariwisata.

Memang slogan “buang sampah pada tempatnya” saja tidak cukup untuk menjaga lingkungan, bisa saja bersih ditempat kita, tapi menjadi masalah ditempat lain. Ada beberapa cara untuk mengurangi sampah, misalnya dengan menerapkan gaya hidup minim sampah, yaitu dengan mengurangi penggunaan bahan yang mencemari lingkungan  dan bahan sekali pakai dalam sehari-hari. Selain itu, bisa juga melakukan pemilahan sampah sebelum akhirnya dibuang ke TPA.

Sayangnya, kesadaran masyarakat Indonesia tentang pemilahan sampah masih kurang. Hal ini tentu saja sangat berdampak pada lingkungan, terutama dengan kondisi timbunan sampah di TPA yang terus meningkat. Selain menimbulkan aroma yang tidak sedap, timbunan sampah yang tercampur ini juga berpotensi menyebabkan bencana longsor seperti yang pernah terjadi di TPA Leuwigajah pada tahun 2005. Bukan cuma berdampak pada lingkungan, tapi juga hal ini berisiko menyebabkan kecelakaan pada petugas pengumpul sampah.

Kita pasti sudah tidak asing dengan petugas pengumpul sampah, yang setiap minggu atau setiap beberapa hari sekali keliling untuk mengambil sampah dari rumah ke rumah. Mereka menjadi salah satu yang berperan penting dalam pengelolaan sampah. Tapi, upah yang mereka terima tidak sebanding dengan risikonya, apalagi dengan minimnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).

Seperti yang pernah terjadi di Bandung  Raya pada tahun 2018, dimana ada petugas pengumpul sampah yang meninggal akibat luka terkena tusuk sate yang dibuang bersama sampah lainnya. Selain itu, bau sampah yang tercampur juga sangat menyengat, hal ini juga mempengaruhi kesehatan. Sehingga perlu dicatat bahwa penggunaan APD juga perlu dipertimbangkan bagi setiap tukang sampah. Seperti sepatu boots, masker, dan sarung tangan.

Sebagai solusi konkret dalam pengelolaan sampah, konsep Zero Waste Cities sudah diterapkan dibeberapa daerah di Indonesia. Pada tahun 2017 konsep ini sudah diterapkan di Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung. Dan sudah mulai dikembangkan di Kabupaten Gresik, Denpasar, dan Medan sejak tahun 2019. Zero Waste Cities merupakan pengembangan sistem pengumpulan sampah terpilah dan pengolahan sampah secara holistic dan berkelanjutan. Dengan aspek edukasi, operasional, kelembagaan, regulasi, dan pembiyayaan. 

Kasman, petugas pengumpul sampah RW 19 Kelurahan Cigugur Tengah Cimahi

Tujuan adanya konsep Zero Waste Cities ini adalah untuk mengurangi beban pengelolaan sampah ditingkat kota maupun kabupaten, dengan menekankan adanya pemilahan sampah dari level rumah tangga. Menurut Prigi Arisadi, perwakilan dari Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI), tiga kekuatan program Zero Waste Cities yaitu :

1. Adanya informasi karakter sampah : Dengan adanya infromasi ini, kita bisa mengetahui bagaimana pengelolaan sampah yang sesuai dengan wilayah masing-masing. 

2. Edukasi rumah ke rumah : Melakukan edukasi dari rumah ke rumah, artinya kita melibatkan masyarakat untuk turut serta menerapkan Zero Waste Cities.

3. KebersamaanKebersamaan muncul karena adanya proses pembentukan komite pengelolaan sampah.

Konsep Zero Waste Cities ini menitikberatkan adanya pemilahan sampah dari rumah, paling tidak sampah organik dan sampah anorganik sudah dipisah saat diangkut petugas pengumpul sampah.  Selanjutnya sampah organik tersebut akan dimanfaatkan menjadi kompos di wilayah, sehingga akan mengurangi sampah yang nantinya diangkut ke TPA. Selain itu, dengan adanya konsep ini juga akan mengurangi beban dan meminimalisir risiko yang dihadapi petugas pengumpul sampah. Berikut ini adalah gambar contoh pemilahan sampah : 

Pemisahan sampah

Adanya pemilahan sampah akan meningkatkan kualitas hidup petugas pengumpul sampah, yang artinya mereka tidak perlu bergulat dengan sampah tercampur dan bau menyengat yang mengganggu kesehatan.  Apalagi, dimasa pandemi seperti ini petugas pengumpul sampah harus tetap bekerja, karena kita tetap menghasilkan sampah setiap hari. Setidaknya dengan konsep ini bisa mengurangi risiko petugas tertular virus.

Konsep Zero Waste Cities tidak hanya melibatkan satu sektor saja, tapi melibatkan semuanya. Dari masyarakat, petugas pengumpul sampah, dan pemerintah. Dengan terlibatnya pemerintah, diharapkan bisa membuat regulasi terkait pengelolaan sampah dan kesejahteraan petugas pengumpul sampah, setidaknya dengan upah yang layak dan jaminan kesehatan.

Penerapan pengelolaan sampah dari wilayah memang membutuhkan waktu dan dukungan dari banyak pihak. Tapi setidaknya kita sudah bisa menerapakn Zero Waste dirumah masing-masing, dengan mengurangi sampah, pemilahan sampah, dan pemanfaatan sampah organik. Yuk bisa yuk!




Rekomendasi Drama Korea Slice of Life