
Kampanye Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
(STBM) tak henti-hentinya disampaikan kepada masyarakat, hal ini bertujuan
untuk merubah perilaku higiene dan
sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat. STBM sendiri mempunyai lima pilar,
yaitu :
- Stop Buang Air Besar Sembarangan
- Cuci Tangan Pakai Sabun ( CTPS )
- Pengelolaan Air Minum dan Makanan
- Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
- Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga
Melihat suasana saat ini, secara tidak
langsung kita semua sudah menerapkan pilar kedua, yaitu CTPS. Bukan hanya di
Indonesia, tapi seluruh dunia, bukan hanya anak-anak, tapi dari semua kalangan
umur. Ya, CTPS ini menjadi langkah utama dalam upaya pencegahan penularan
penyakit, terutama ditengah pandemi virus Covid-19.
Pertama kali muncul pada akhir tahun 2019 di
Wuhan, Tiongkok. Hingga kini tanggal 05 April 2020, virus corona sudah
menginfeksi 1.196.944 warga dunia. Sudah
sejak awal, organisasi kesehatan dunia (WHO) menyarankan kita semua untuk rajin
cuci tangan pakai sabun diair mengalir setidaknya selama 20 detik. Walaupun
penggunaan Hand sanitizer juga disarankan, tetapi para ahli menyampaikan bahwa CTPS
diair mengalir lebih efektif. Hand sanitizer sebaiknya digunakan ketika
kesulitan air bersih, jauh dari tempat cuci tangan, atau saat sedang
berpergian.
Dalam upaya pencegahan penularan virus Covid-19,
kampanye cara CTPS pun digencarkan kembali, baik secara langsung, melalui media
sosial maupun ditelevisi. Selain itu
sarana CTPS juga lebih mudah ditemukan, baik di institusi pendidikan, kantor pemerintahan,
toko-toko, serta sarana umum lainnya. Berikut ini langkah-langkah CTPS :
- Basahi tangan, gosok sabun pada telapak tangan, kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut dengan arah memutar.
- Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian
- Gosok sela-sela jari tangan hingga bersih
- Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci
- Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian
- Letakkan ujung jari ketelapak tangan kemudian gosok pelahan. bilas dengan air bersih, keringkan.
Semoga praktik CTPS terus berlanjut, bukan
hanya ketika pandemi seperti ini saja. Karena melakukan CTPS adalah perilaku mudah
tapi sulit untuk dibiasakan, dampak buruk yang tidak langsung dirasakan membuat
perilaku ini diabaikan. Padahal tangan yang sudah bersentuhan, baik dengan
benda hidup maupun benda mati, kemungkinan besar banyak mengandung bakteri
maupun virus. Apabila tangan yang kotor ini menyentuh mata, hidung, dan mulut
kita, maka secara tak sadar kita telah memindahkan bakteri atau virus kedalam
tubuh.
Selain CTPS, ada beberapa hal lain yang perlu
diperhatikan dalam upaya pecegahan penularan Covid-19. Seperti menerapkan etika
batuk dan bersin, jangan menyentuh wajah jika tangan kotor, makan makanan
bergizi, gunakan masker, phisical distancing,
dan hindari kerumunan. Buat yang punya kesempatan untuk tetap dirumah saja, yuk
ikuti anjuran pemerintah. Ini juga untuk kebaikan kita bersama, karena kita
sama-sama sedang berjuang melawan pandemi ini.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar