Halaman

Rabu, 16 Oktober 2019

Open Defecation Free (ODF) dan Perilaku BABS


Open Defecation Free (ODF) menjadi salah satu program sanitasi utama UNICEF yang masuk di Sustainable Development Goals PBB, Dengan tujuan per-tahun 2030 sudah tidak ada yang Buang Air Besar Sembarangan (BABS) diseluruh dunia. Nah, ODF sendiri merupakan kondisi dimana setiap individu dalam komunitas sudah tidak ada yang buang air besar sembarangan lagi. Agar program ini berhasil maka akses masyarakat pada jamban sehat harus mencapai 100 % pada seluruh komunitas. 

Tentu saja ini menjadi tantangan berat untuk Indonesia. Seperti yang dikatakan oleh Kepala Bappenas RI Bambang Brodjonegoro bahwa masih ada 25 juta orang di Indonesia yang masih Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Salah satu persoalan serius yang banyak ditemukan adalah perilaku BABS dibanyak Kabupaten maupun pedesaan diseluruh pelosok Indonesia. 

Di sejumlah daerah, masih banyak ditemukan masyarakat yang buang air besar sembarang di tempat-tempat terbuka, seperti di kebun maupun sungai, bahkan sungai yang biasa dijadikan tempat mandi dan mencucipun menjadi incaran untuk BABS. Selain itu, ada satu hal lagi yang membuat miris dimana tak jarang praktik BABS pun masih dilakukan oleh masyarakat yang sudah punya kamar mandi maupun toilet.


Hal itu bisa terjadi jika saluran pembuangannya dialirkan ke sungai bukan ke septictank, tentu saja ini merupakan pencemaran lingkungan, baik mencemari air maupun tanah. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), semua kegiatan buang air besar yang tidak dilakukan ditangki septik maupun jamban yang tidak memenuhi syarat, maka dikategorikan sebagai BABS.

Perilaku masyarakat yang masih suka BABS inilah yang masih menjadi masalah serius, terutama di daerah-daerah yang sekitarnya dilalui aliran sungai, karena masih banyak masyarakat yang menerapkan budaya BABS, mandi, dan mencuci di sungai sehingga masyarakat beranggapan tidak perlu membangun jamban sehat.


Tentu saja, hal ini tidak bisa dianggap remeh. Lingkungan yang sudah tercemar kotoran maka akan menjadi media penularan penyakit. Seperti diare, kolera, penyakit kulit, disentri, demam tifoid, hepatitis A, kecacingan, dan malnutrisi. Menurut UNICEF dan WHO, diare dan malnutrisi menjadi masalah kesehatan serius yang banyak ditemukan di lingkungan yang warganya masih BABS. Bahkan diare menyumbang sembilan persen dari angka kematian anak dibawah lima tahun.

Oleh karena itu, dengan adanya program STBM maka diharapkan dapat merubah perilaku higiene dan sanitasi, terutama merubah perilaku warga yang masih BABS melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Pemicuan sendiri merupakan cara untuk mendorong perubahan hygienis dan saniter atas kesadaran sendiri dengan menyentuh perasaan, perilaku, pola pikir, dan kebiasaan. Oh ya, STBM juga pernah dibahas disini ya.


Adanya metode pemicuan ini bertujuan untuk menyentuh langsung emosi masyarakat berupa rasa jijik, malu, rasa takut pada penyakit yang ditimbulkan dan tentunya rasa berdosa karena sudah mencemari lingkungan. Puncak dari kegiatan pemicuan adalah adanya kontrak sosial dari peserta pemicuan untuk meningkatkan kebutuhan sarana sanitasi dan merubah perilaku menjadi lebih sehat. 

Merubah pola pikir masyarakat merupakan tujuan utama dalam mencapai ODF, yang selanjutnya dilakukan intervensi pembangunan fisik. Selain itu, untuk mengajak masyarakat bebas dari BABS juga dibutuhkan sistem  regulasi yang nantinya bisa merubah mindset atau perilaku masyarakat. Nah, kendala selanjutnya yang ditemukan adalah ketika masyarakat sudah tergerak untuk membuat jamban sehat tapi terkendala masalah uang dan lahan. Karena inilah, untuk menciptakan ODF diperlukan kerja sama lintas sektor untuk memecahkan persoalan yang ditemukan.

Nah, Merubah perilaku BABS ini bukan hanya menjadi tugas satu atau dua orang saja ya, tapi menjadi tugas kita semua. Jika masalah BABS ini sudah tuntas, tentu saja kita bisa menyelamatkan lingkungan, terutama air bersih di bumi ini, hehe

Jumat, 11 Oktober 2019

My Skincare Routine Part II


https://id.pinterest.com/pin/862720872342470957/?lp=true
Melanjutkan dari tulisan sebelumnya, yaitu My Skincare Routine Part 1 , Kali ini aku mau melanjutkan bercerita tentang beberapa skincare yang sudah aku pakai tapi belum sempat aku tulis di blog sebelumnya. Oke, langsung aja ya. 

1. Emina Moist In A Bottle Moisturizer
Moisturizer atau yang biasa kita sebut pelembab sudah menjadi kebutuhan dasar yang wajib digunakan buat kesehatan wajah, terutama untuk mempertahankan kelembaban wajah. Nah, apalagi nih buat tipe kulit kering kaya aku. Produk yang aku pakai sekarang ini yaitu moisturizer dari brand lokal Emina.

Sejauh ini moist yang baru aku pakai ya dari emina ini, dan alhamdulillah nggak bikin muka aku break out. Selain itu, packagingnya juga tergolong kecil dengan size 50 ml, sehingga cocok buat dibawa pergi-pergi atau traveling karena hemat space.

Tekstur dari produk ini agak cair dan berwarna putih, setelah diaplikasikan pada kulit pun cepat meresap, cukup ditepuk-tepuk sedikit, hehe. Produk ini biasanya aku pakai setiap hari dan digunakan sebelum sunscreen. Oh ya, produk moist ini nggak ada SPFnya jadi tetep ya jangan lupa pakai sunscreen, hehe.

2. Wardah Hydrating Toner With Aloe Vera

Wardah Hydrating Toner

Loh kok pakai toner lagi? Hehe, ya aku sekarang pakai dua toner. Yang pertama yaitu Exfoliating Toner dari some By Me yang sudah pernah kubahas di My Skincare routine Part 1 , dan yang kedua aku pakai hydrating toner. Kenapa? Jadi, kedua toner ini punya fungsi yang berbeda. Kalau Exfoliating toner berguna buat mengangkat sel-sel kulit mati, sedangkan hydrating toner buat menghidrasi kulit.

Apa harus pakai keduanya? Sebenernya tergantung kebutuhan kulit sih, hehe. Tipe kulitku sendiri kering, makanya aku butuh buat menghidrasi kulitku. Biasanya kulit berasa kering setelah cuci muka, makanya penggunaan hydrating toner ini berguna buat menghidrasi kembali dan menyeimbangkan pH kulit.

Sejauh ini, hydrating toner yang aku pakai dari produk Wardah. Teksturnya yang cair memberikan sensasi menyegarkan setelah dipakai. Selain itu, tidak ada kandungan alkohol pada produk ini, sehingga aman digunakan untuk kulit normal maupun kulit kering.

3. Sheet Mask


Nah selanjutnya masuk ke masker ya, hehe. Masker yang pertama adalah sheet mask, yang aku suka dari masker jenis ini adalah penggunaanya yang praktis. Selain itu, varian dari sheet mask ini banyak banget, mulai dari merk lokal maupun Merk Korea.

Sheet Mask sendiri merupakan masker wajah berbentuk lembaran yang terbuat dari kertas atau pulp kelapa, pada lembaran ini terdapat kandungan vitamin, serum, ataupun mineral yang berguna untuk kesehatan wajah. Penggunaanya hanya ditempelkan kewajah selama kurang lebih 15 – 20 menit, setelah itu dilepas dan tidak perlu dibilas. Cukup ditepuk-tepuk sebentar kemudian lock menggunakan pelembab.

Penggunaan sheet mask jangan terlalu lama atau sering ya, karena penggunaan sheet mask yang terlalu sering bisa menghambat penguapan air dipermukaan kulit, untuk penggunaan paling tidak seminggu 1-2 kali saja.

Beberapa sheet mask yang sudah pernah aku pakai untuk merk lokal ada Emina Masquerade Face Mask sama Wardah Nature Daily Sheet Mask. Dari beberapa varian yang sudah pernah kucoba, yang paling memberikan efek ke aku yaitu emina varian aloe vera, setelah itu wajah menjadi lebih lembab dan kenyal.

Sedangkan untuk sheet mask merk Korea yang sudah pernah kucoba cukup banyak sih, hehe. dan sejauh ini aku paling suka sama Innisfree sheet mask dengan varian green tea sama rice. Oya, sebelum menggunakannya pastikan varian yang sudah dipilih sesuai dengan kebutuhan kulitmu ya.

4. Masker Oatmeal dan Madu

https://www.fimela.com/beauty-health/read/3767872/wajah-makin-cerah-amp-kencang-alami-pakai-masker-oatmeal
Masker selanjutnya adalah masker yang bisa dibuat sendiri, yap perpaduan oatmeal dan madu. Oatmeal sendiri selain dikenal sebagai makanan sehat untuk jantung dan kaya akan serat ternyata memiliki manfaat lain yang baik untuk wajah, diantaranya membuat wajah lembab dan glowing.

Bukan cuma oatmeal, madu juga sudah dikenal mempunyai banyak manfaat buat kecantikan. Oleh karena itu, perpaduan oatmeal dan madu ini bisa menjadi pilihan yang tepat, hehe. Selain itu, kedua bahan ini juga mudah ditemukan dipasaran dengan harga yang terjangkau tentunya.

Nah, ini ada beberapa manfaat masker oatmeal madu yang aku dapat dari beberapa sumber :
a. Melembabkan kulit wajah
b. Membantu meredakan peradangan jerawat
c. Melembabkan kulit
d. Melembutkan kulit
e. Membuat wajah lebih glowing dan cerah.

5. Acne Patch

Produk selanjutnya yang wajib aku punya adalah Acne patch, eh ini termasuk skincare ngga sih? Ya pokoknya aku suka sekali sama produk ini. Karena produk ini bisa menjadi solusi untuk jerawat yang selalu muncul di wajah, hehe.

Penggunaan acne patch ini tidak hanya berfungsi buat menyamarkan jerawat aja. lembaran acne patch ini mengandung obat yang berguna untuk meringankan jerawat serta terbuat dari bahan hidrokoloid. Bahan inilah yang bisa menyerap cairan yang berlebih dan menarik keluar kotoran pada jerawat.