Halaman

Rabu, 06 Maret 2019

Fenomena Bun Upas dan berbagai Wisata Dieng


Ingin merasakan sensasi dinginnya dataran tinggi dieng? Datanglah kesana saat musim kemarau yang puncaknya terjadi pada periode Juli – Agsutus. Suhunya yang mencapai 0celcius ini membuat kamu bisa melihat fenomena “Bun Upas” atau  fenomena embun beku berwarna putih yang menutupi rumput dan pepohonan sehingga terlihat seperti salju. 

Fenomena bun upas sendiri terjadi karena uap air yang terkondensasi secara alami dan mengalami pembekuan akibat suhu yang ekstrem. Fenomena ini juga menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan, walaupun fenomena ini terjadi setiap tahun namun waktu terjadinya tidak bisa diprediksi.

Biasanya memang saat musim kemarau datang, cuaca Dieng pun menjadi lebih dingin. Oleh karena itu, buat kamu yang berencana untuk pergi ke sana saat musim kemarau jangan lupa membawa pakaian hangat ya, hehe.

Oya, untuk penginapan kamu nggak perlu kawatir karena di sana banyak tersedia hotel maupun homestay dengan harga yang beragam. Sebaiknya kamu pesan dari jauh hari untuk mengantisipasi penginapan yang penuh, terutama saat musim liburan.


Dataran tinggi Dieng ini menawarkan lebih dari 37 objek wisata yang sudah diakui dunia. Di sana kamu bisa menemukan berbagai objek wisata, dari wisata alam hingga wisata budaya loh! Karena aku di Dieng cuma tiga hari, jadi nggak semua objek wisata bisa aku kunjungi. Berikut ini beberapa objek wisata yang aku kunjungi dan tidak boleh kamu lewatkan :
1. Wisata Batu Ratapan Angin

Batu ratapan angin atau yang biasa disebut batu pandang ini merupakan tempat yang strategis bagi kamu yang ingin melihat pemandangan telaga warna pengilon dengan background perbukitan dan pegunungan hijau.
Bukan hanya menikmati pemandangan telaga warna, kamu juga bisa melihat tebing-tebing batu di bukit yang eksotis. Tersedia juga flying fox dan ada wahana buatan yaitu jembatan gantung merah putih yang menghubungkan dua bukit yang ada di dekat batu ratapan angin. 
Lokasi objek wisata ini dekat dengan Dieng Plateu Theater. Nah, dari parkiran Dieng Plateu Theater nanti ada petunjuk menuju wisata batu ratapan angin. Oh ya, tiket masuk ke wisata ini sekitar Rp. 10.000. Dari parkiran, paling tidak kamu harus menempuh sekitar 100 meter untuk menuju batu ratapan angin, hati – hati ya karena akses jalannya cukup menanjak dan berdebu. 
2. Candi Arjuna
Berkas:Complex of Candi Arjuna.jpg 
Objek wisata selanjutnya yang  aku datangi yatu candi arjuna, candi yang menjadi salah satu tempat wisata yang ramai dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Di komplek candi arjuna sendiri terdapat empat bangunan utama candi megah dengan satu candi pendamping. 
Mempunyai gaya arsitek yang menarik namun sederhana membuat candi ini terlihat sempurna sehingga mampu mengundang wisatawan untuk berfoto-foto. Oya, disini juga kamu bisa menyaksikan fenomena bun upas, dimana semua rumput dan dedaunan tertutup dengan krystal es. Tapi krystal es ini Cuma bertahan sebentar, siangan dikit esnya udah mulai mencair.  
Harga tiket masuk buat wisatawan domestik sama mancanegara berbeda, kalau domestik sekitar Rp. 15.000, sedangkan mancanegara sekitar Rp.30.000. Sedangkan untuk jam operasionalnya dimulai dari jam 08.00 sampai jam 17.00. 
3. Bukit Sikunir
Siapa yang tidak tahu bukit sikunir? Bukit yang menawarkan pemandangan indah berupa golden sunrise dengan berwarna kemerahan menjelang pagi hari. Selagi menunggu matahari terbit, dari puncak sikunir kamu juga bisa melihat kerlap-kerlip lampu desa-desa yang ada dibawahnya.  
Sebelum kamu bisa menikmati keindahan golden sunrise tentunya harus ada perjuangan yang harus dilewati. Karena kamu ditantang untuk menaiki tangga bukit yang cukup tinggi ditambah dengan udara dingin yang bikin linu, hehe. 
Btw, aku kesana bulan agustus tahun lalu waktu lagi liburan. Sikunir udah semacem lautan manusia loh, hehe. Jadi selama mendaki kaya lagi antri, wkwk. Oya, ada yang nggak boleh kelewatan nih. Di daerah parkiran dan disekitarnya banyak warung gitu, jangan lupa deh cobain semur kentangnya, enak dan murah meriah, haha. 
4. Bukit Scooter  
Setelah paginya mendaki bukit sikunir, sore harinya langsung pergi lagi ke bukit scooter. Bukit ini mulai dibuka diawal-awal tahun 2016 dan udah mulai berkembang menjadi salah objek wisata andalan Dieng.  
Dari bukit ini kamu akan disuguhi berbagai pemandangan indah, mulai dari gunung Sindoro, gunung Slamet, gununga Pangonan, gunung Pakuwaja, gunung Prau, dan lainnya yang mengelilingi pemukiman penduduk yang dihiasi bukit-bukit, telaga, maupun candi-candi hindu yang diselimuti kabut.  
Di bukit ini juga tersedia gazebo yang bisa kamu gunakan untuk beristirahat sambil menikmati alam dengan semilir angin sejuk khas Dieng. Kamu bisa berisitirahat atau berfoto ria sembari menunggu sunset datang. Oya, untuk harga tiket masuk ke bukit scooter ini sekitar Rp. 5000.
5. Telaga Warna
lokasi telaga warna 
Objek wisata yang terakhir aku kunjungi adalah telaga warna, telaga yang menyuguhkan pemandangan danau kecil yang mempunyai berbagai warna akibat kandungan sulfur yang cukup tinggi, sulfur yang terkena cahaya matahari akan menimbulkan warna-warna yang lain.  
Oya, dibagian pinggir danau terdapat jembatan kecil dari kayu yang bisa kamu jadikan sebagai spot foto. Selain itu, kamu juga bisa jalan-jalan di kompleks telaga warna sambil melihat beberapa gua yang mempunyai sejarah bagi masyarakat setempat.  
Harga tiket masuk ke objek wisata ini sekitar Rp. 10.000, sedangkan untuk jam operasional mulai dari jam 08.00 sampai jam 17.30.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar