Halaman

Sabtu, 13 Maret 2021

Pengelolaan Sampah Anorganik dan Pemanfaatan Sampah Organik di Rumah

Permasalahan sampah bukan hanya perkara plastik saja, tapi juga sampah organik yang tidak terolah juga bisa menjadi masalah baru. Apalagi, di Indonesia masih mengandalkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebagai solusi dalam menangani sampah. Sampah organik dan anorganik yang tidak terpilah dan dibuang ke TPA dapat menyebabkan berbagai masalah, penimbunan sampah yang tecampur di TPA dapat menyebabkan kondisi kurangnya oksigen dan sinar matahari sehingga menghasilkan gas metana yang berbahaya. Bukan hanya itu, sampah organik yang mendominasi di TPA juga dapat menyebabkan pencemaran, terutama air tanah.

Selain mengurangi sampah, kita juga bisa melakukan pemilahan sebagai cara untuk mengurangi masuknya sampah ke TPA. Sampah yang sudah dipilah juga semakin mudah untuk kita kelola sendiri loh, cara ini bisa dilakukan dari sekala yang paling kecil, yaitu dari sekala rumah tangga atau dimulai dari diri sendiri. Adanya pengelolaan sampah dirumah akan mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA dan mengurangi risiko terjadinya pencemaran. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah, berikut ini beberapa cara yang sudah mulai kuterapkan di rumah :

1. Sampah Anorganik

Sampah anorganik merupakan sampah yang sulit terurai, sehingga jika dibiarkan tertimbun ditanah dalam waktu yang sangat lama maka akan menimbulkan pencemaran tanah dan merusak lapisan tanah. Pengelolaan sampah dengan mengurangi sampah dan pemilahan sampah menjadi salah satu cara untuk bisa mengurangi berakhirnya sampah anorganik di TPA. 

a. Mengurangi sampah  

Mengelola sampah memanglah tidak mudah dan dibutuhkan komitmen dan ketekunan. Oleh karena  itu, untuk mengurangi beban dalam mengelola sampah setidaknya kita bisa mulai mengurangi sampah dari diri sendiri. Beberapa cara yang sudah mulai aku terapkan diantaranya yaitu :

    1. Membawa kantong belanjaan sendiri
    2. Mulai mengurangi penggunaan pembalut sekali pakai dan beralih menggunakan menstrual pad
    3. Mulai membawa botol minum dan tempat makan sendiri.

Menerapkan prinsip minim sampah bukan berati semuanya harus baru ya, tapi tergantung bagaimana  kita bisa memanfaatkannya. Misalnya menggunakan kembali plastik bekas pakai atau menggunakan kembali botol-botol bekas sebagai pot.

b. Kemasan bekas skincare 


Skincare memang sudah menjadi kebutuhan untuk setiap perempuan, tapi tanpa kita sadari bekas kemasan skincare menjadi salah satu penyumbang limbah terbanyak dilingkungan jika tidak dikelola dengan benar. Karena kemasan skincare rata-rata terbuat dari bahan plastik yang sulit untuk didaur ulang. Belum lagi nih, kemasan yang dibuang sembarangan juga berisiko disalah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Oleh karena itu, sebagai pengguna skincare kita juga harus bertanggung jawab dengan sampah yang sudah kita hasilkan. Waste Manajemen Indonesia menjadi salah satu solusi untuk pengelolaan sampah anorganik, terutama kemasan bekas skincare. Kemasan skincare kosong yang sudah aku kumpulkan, baik kemasan tube, botol, maupun kaca ini akan kukirim ke Waste4change. Waste4change sendiri merupakan perusahaan social yang bergerak untuk memberikan layanan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.  

Sebelum dikirim, sortir dulu kemasan skincare kosong tersebut dengan membersihkan bagian dalam botol hingga label kemasannya, pastikan semua kemasan sudah dalam keadaan bersih, kering dan tidak lembab. Sebelum kirim, buka website waste4change lalu Pilih Send Your waste, selanjutnya tentukan tujuan pengiriman dan  isi data diri diform yang tersedia, setelah mendapatkan kode unik, sampah tersebut sudah bisa dikirimkan sesuai dengan alamat yang dipilih. Karena aku sendiri merasa belum mampu mengolah sampah ini secara maksimal makanya aku kirim kesini supaya tidak terbuang bergitu saja dan mencemari lingkungan. 

Selain program Send Your waste, Waste4Change juga menyediakan program Personal Waste Management. Dimana program ini merupakan layanan pengangkutan sampah anorganik langsung dari rumah klien, sampah yang diangkut adalah sampah anorganik yang sudah terpilah. Kamu bisa berlangganan program ini, baik 3 bulan, 6 bulan, maupun 1 tahun. Kalau mau informasi lebih detail bisa langsung buka websitenya.

2. Sampah Organik

Sampah organik sering dianggap tidak berbahaya karena bisa terurai dan dapat diolah menjadi kompos, tetapi jika tidak dikelola dengan benar sampah organik juga bisa membahayakan lingkungan. Oleh karena itu, sebisa mungkin kita harus bisa mengurangi bahkan tidak membuang sampah organik begitu saja ke tempat sampah yang nantinya akan berakhir di TPA. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan dengan mudah untuk mengurangi penimbunan sampah organik :

a. Eco Enzyme

Selain kompos, sampah organik juga bisa dimanfaatkan menjadi eco enzyme. Eco enzyme merupakan fermentasi dari limbah dapur seperti kulit buah dan sayuran, gula, dan air. Buat yang dirumah nggak pernah absen konsumsi buah nih, bukan cuma isinya saja, kita juga bisa memanfaatkan kulitnya untuk dijadikan eco enzyme. Berwarna cokelat gelap, larutan ini mempunyai aroma fermentasi yang asam atau segar yang kuat.   


Cara pembuataanya yang sederhana dan bahannya yang mudah ditemukan, eco enzyme ini bisa mudah kita terapkan di rumah loh. Kulit yang bisa digunakan ada kulit buah jeruk, apel, lemon, mangga, sereh, daun pandan, dan lain-lain. Setelah menunggu 3-6 bulan cairan eco enzyme ini bisa mulai digunakan, bisa digunakan sebagai cairan pembersih serbaguna dan pupuk alami. 

Dengan perbandingan 3 kulit buah : 1 gula : 10 air ini biasanya aku pakai botol bekas air mineral yang sudah tidak terpakai. Jadi, selain memanfaatkan sampah organik, kita juga bisa memanfaatkan sampah anorganik seperti botol bekas air mineral.


b. Regrow organic waste

Salah satu caraku untuk mengurangi sampah organik selanjutnya yaitu dengan melakukan regrow organic waste. Daripada dibuang begitu saja, beberapa sayuran yang sudah lama dan tidak bisa dimakan biasa aku tanam kembali. Selain mengurangi sampah organik, kita juga bisa menikmatinya kembali tanpa harus membeli. Beberapa tanaman yang sudah kutanam lagi ada daun bawang, bawang bombai, kunyit, jahe, dan labu siam.

Bijak mengelola sampah bisa dimulai dari diri kita sendiri, bisa dimulai dari hal-hal sederhana dan mudah. Tujuannya tentu saja untuk mengurangi sampah yang masuk ke TPA, sungai bahkan laut. Dengan mulai melakukan pengelolaan sampah dari rumah, polusi dan pencemaran juga akan semakin berkurang sehingga kita bisa hidup lebih baik dan sehat.