Halaman

Senin, 08 Juli 2019

Caping Park dan Pasar Pinggir Alas, Baturraden


Caping Park
Baturraden, salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Banyumas ini memang menyimpan potensi wisata, terutama wisata alam. Lokasinya yang berada di lereng Gunung Slamet, membuat Kawasan ini dihiasi suasana alam dengan hawa yang sejuk dan menyegarkan. Salah satu destinasi wisata yang bisa kamu kunjungi adalah Caping Park.

Caping Park berlokasi di dusun II, Desa Kebumen, Kecamatan Baturraden. Mulai beroperasi sejak Juni 2018, wisata yang terkenal dengan jembatan kacanya ini sudah menjadi incaran para wisatawan, terutama saat musim liburan. Untuk tiket masuk dibandrol dengan harga Rp. 20.000,- pada weekdays, dan Rp. 25.000,- pada hari libur.

Di pintu pemeriksaan tiket sudah disediakan caping yang bisa kamu pinjam tanpa dipungut biaya, caping sendiri merupakan penutup kepala yang terbuat dari anyaman bambu. Caping ini bisa kamu pakai sebagai aksesoris untuk berfoto maupun untuk melindungi dari sinar matahari saat terik.

https://www.dakatour.com/lokasi-dan-jam-buka-jembatan-kaca-caping-park-kebumen-destinasi-wisata-hist-yang-tak-boleh-terlewatkan.html
Buat kamu yang suka berfoto ria, Wisata ini menawarkan beberapa spot foto yang unik serta kekinian, salah satunya yaitu jembatan kaca. Melalui jembatan kaca ini, kamu bisa merasakan sensasi berjalan di atas kaca dengan pemadangan kota Purwokerto.


Selain dinikmati orang dewasa untuk berfoto ria, Caping Park juga bisa menjadi tempat wisata edukasi bagi anak – anak. Disana anak-anak bisa berinteraksi dengan berbagai jenis hewan, seperti kelinci, domba, sapi, dan unggas. Kamu juga bisa memberi makan dengan membeli makanan ternak yang tersedia di pintu masuk, jangan memberikan makan selain makanan ternak yang disediakan ya, hehe.

Sebagai tempat wisata, fasilitas yang disediakan tentunya juga lengkap. Mulai dari mushola, café, gazebo, theater outdoor, taman bunga, area parkir, dan toilet.  Menurutku wisata dengan konsep farming dan edutaiment ini dapat dimasukkan ke daftar wisata yang bisa kamu kunjungi Bersama keluarga, hehe.


Pasar Pinggir Alas
Nah, setelah berjalan-jalan keliling caping park, nggak ada salahnya kalau kamu juga mampir ke Pasar pinggir Alas yang letaknya persis di depan Caping Park, tinggal nyebrang jalan aja. Pasar ini menyediakan berbagai makanan dan minuman tradisional.

Di launching sejak 06 Juni 2019, pasar yang dilengkapi puluhan gubug anyaman bamboo dengan atap daun kering ini memberikan sensasi berwisata kuliner tempo dulu. Selain itu, pasar ini semakin hidup dengan adanya grup musik kentongan khas Banyumasan.


Sebelum melakukan transaksi, kamu harus menukarkan uang dengan uang kepengan atau kepingan batok berbentuk bulat. Karena di sana tidak menerima rupiah ya, hehe. Untuk satu kepengnya ada dua jenis, yaitu setara Rp. 2000,- dan Rp. 5000,-. Oh ya, kalau masih sisa jangan khawatir, karena nanti bisa ditukarkan kembali. 

Sayangnya, waktu aku kesana ada sampah yang tidak dibuang pada tempatnya,  padahal sudah disediakan tempat sampah. Tentunya dengan kondisi sampah yang berserakan akan memunculkan masalah baru, yaitu munculnya lalat. Walaupun makanan yang dijajakan dalam kondisi tertutup, tetap saja membuat tidak nyaman.

Semoga untuk ke depannya, kesadaran pengunjung akan membuang sampah pada tempatnya meningkat. Kembali lagi, menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab pengelola, tapi menjadi tanggung jawab kita semua 😊

  • Alamat Caping Park : Dusun II, Kebumen, Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53151
  • Alamat Pasar Pinggir Alas : Jl. Raya Baturaden Bar. Karangtengah, Dusun II, Kebumen, Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53151


Rabu, 03 Juli 2019

Duta Sanitasi, Sebagai Agent Perubahan



Beberapa hari ini sedang disibukkan dengan kegiatan duta sanitasi sekolah, dimana memilih salah satu murid berpretasi yang mempunyai pengetahuan dan wawasan tentang STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat), serta mampu menyampaikan atau memberikan penyuluhan kepada teman-teman dan masyarakat sekitar.

Pengertian dari sanitasi sendiri adalah suatu kondisi yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, terutama pada penyediaan air bersih dan pembuangan limbah tinja maupun limbah rumah tangga yang memadai, sehingga dapat mencegah timbulnya penyakit berbasis lingkungan.

https://lihatsejenak.com/sanitasi-penting-dimulai-sejak-dini/
Dengan adanya duta sanitasi, diharapkan mereka  dapat menyampaikan kepada masyarakat tentang PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang fokus pada program lima pilar STBM, dan bisa menjadi pemicu bagi masyarakat untuk mempunyai sanitasi yang layak. 


STBM, Program yang dikhsusukan untuk skala rumah tangga ini, bertujuan untuk merubah perilaku hygiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat. Karena program ini berbasis masyarakat, maka masyarakat dituntut dapat berubah atau membuat fasilitas sanitasinya dengan biaya sendiri. STBM sendiri memmpunyai lima pilar, yaitu :
1) Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS)   
2) Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) 
3) Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga 
4) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga 
5) Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga.
Menurut kepala Bappenas RI Bambang Brodjonegoro yang dikutip kompas, menyebutkan bahwa 25% masyarakat Indonesia masih belum mendapatkan akses sanitasi yang layak. Sekitar 25 juta masyarakat Indonesia masih BABS (Buang Air Besar Sembarangan). 

Salah satu faktor tingginya jumlah masyarakat yang masih BABS yaitu kesadaran masyarakat tentang sanitasi yang masih kurang, sehingga sangat sulit untuk merubah perilaku tersebut. Dengan adanya duta sanitasi , diharapkan bisa menjadi agent of change atau agent perubahan untuk masyarakat.

Selain itu, dengan hadirnya duta sanitasi di lingkungan kecilnya, seperti keluarga, sekolah, dan minimal sampai RT-nya, bisa membuat masyarakat sadar akan sanitasi serta menjadi terbiasa dan dapat menerapkan PHBS dan 5 pilar STBM  dalam kegiatan sehari – hari.